--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:>
WAM:
> Apa aku mesti nambahi tanda kutip itu ya mbah?
> Padahal, redaksi Detik.com nggak nulis tanda kutip
> itu lho.
Dalam bahasa tulisan, kita bisa membuat tambahan tanda
kutip tersebut, atau dimiringkan. Aku dulu sekolah
pertanian, kalau nulis nama spesies mesti begitu.
Tapi kalau bahasa lesan, seharusnya orang Detik paham,
itu tanda kutip atau bukan. Atau sebagai pembaca
Detik, juga bisa melihat perlu tanda kutip atau tidak.
Ini memang soal kepekaan, yang tidak setiap orang
punya. Lebih-lebih kalau gerakannya main pokoknya,
pokoknya, pokoknya. Dan rasanya sikap seperti inilah
yang membuat negara ini anget terus. Lebih-lebih pula
kalau sudah serba srekalan. Yang nyoba ngikuti saja
sudah bingung sendiri. Ndridil, ndak rampung-rampung.
yang ini lah, yang itu lah.
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!