kalau media-nya atau editornya ingin laris, tentu
cara penulisan yang ke-2 yang dipilih.
kalau medianya pengin yang baik-baik saja dan sasaran
pembelinya yang dewasa dan tidak emosian, yaaaa pakai
lah nomer 1.
kalau ingin kacau,
tulis berita....ditusuk 15 kali (yang di media lain
dinyatakan penusukan dilakukan secara brutal - red)
tuh... pasti deh media yang menulis secara brutal
akan merasa dipojokkan dan terjadilah "perang berita"
hehe

soel
-----

----Original Message Follows----
From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Kuli Tinta] pemberitaan di media massa
Date: Sat, 20 May 2000 14:52:34 +0700

saya mau tanya tentang pemberitaan di media massa

contoh :
1. orang bernama A ditusuk 15 kali di bagian dadanya dengan pisau. motif
dari penusukan ini adalah.......
2. orang bernama A ditusuk 15 kali dengan sangat brutal di bagian dadanya
dengan pisau. motif dari perbuatan biadab ini adalah........

yang mana yang akan dipakai untuk pemberitaan di media massa dan apa
alasannya?
contoh 1 tidak menunjukkan penilaian (atas berita/fakta itu) dari penulis
berita, melainkan hanya memberitakan fakta2 yang ada.
contoh 2 menunjukkan penilaian (atas berita/fakta itu) dari penulis berita.



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke