Rosihan Anwar mengatakan bahwa perkembangan Pers saat
ini juga harus kita terima sebagai realita bahwa kita
sedang dalam proses untuk saling belajar.
Meskipun demikian, persoalannya akan kembali pada
berapa banyak pemerhati berita yang memiliki perilaku
berpikir what if sebuah berita benar dan what if sebuah
berita salah? Atau, berapa banyak sih pemerhati yang
memiliki perilaku berpikir seperti Bung Panthom dan
mbah Soel. Mungin disinilah masalahnya.
Padahal, sekali sebuah berita tersebar di publik maka
sulit sekali untuk merevisinya. Mungkin motivasi awal
atau niat awal pemuatan sebuah berita akan membedakan
antara pembentukan opini dan penyampaian fakta. Tetapi
mungkin juga karena sisi ekonomi menjadi salah satu
pertimbangan maka opini dan fakta menjadi sulit
dibedakan demikian pula dengan pemilihan kata atau
pemilihan head line-nya.
��
----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, May 21, 2000 2:24 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] pemberitaan di media massa
----- Original Message -----
From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, May 20, 2000 11:44 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] pemberitaan di media massa
PS :
berarti media massa juga harus membentuk opini
masyarakat, atau
membiarkan
masyarakat membentuk opininya sendiri?
btw, kenapa yang dengan penilaian lebih laris dari yang
tidak pakai
penilaian?
juga kenapa kalo hanya memberitakan faktanya saja, bisa
menimbulkan
emosi?
----------------------------->
lho katanya (siapa tadi pagi yang ngomong di koran)
media massa
atau pers itu sebagai pilar ke-4 dari pemerintahan.
jadi semacam
menjadi "tukang nyinyir" lah... agar pemerintahan
berjalan lurus-lurus
saja sesuai kehendak rakyat (kalau wakil rakyatnya yang
"neko-neko"
terus gimmanna'?)
yaaah.. kentara kok.
kan koran-koran tertentu memiliki "tukang pengamat"
tertentu... yang
kalau ditengok ke belakang "tukang pengamat" itu
"jebulnya" banyak
'kala-srengginya'.... hiiyyyy.
lantas masyarakat ikutan "mengkadungkan" diri
melanggannya. menjadi
tu-satunya sumbar berita yang di-valid-valid-kan.. lho
lak lepok-a?
yang beginilah yang membuat berita dengan penilaian
laris....
lha terus mudah menyebar dari "koran" menuju mulut ke
mulut..
(ah jorok ah..)
salam,
soel
------
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!