---------
Sedangkan dari segi ekonomi, papar Didik, tindakan pemerintahan
Abdurrahman Wahid seringkali tak mempertimbangkan kepentingan pasar.
Padahal kebijakan politik yang tidak menguntungkan akan mempengaruhi
pasar secara negatif. "Meskipun legitimate, jika hak rakyat untuk
hidup secara normal tidak terpenuhi, pemerintahan bisa jatuh," ingat
pengamat ekonomi tersebut.
Didik merasa heran, karena sampai kini anggota DPR tidak pernah
mempersoalkan pertumbuhan ekonomi yang dicapai pemerintah. Padahal,
jika sampai tahun 2001 kesejahteraan rakyat tak mengalami perbaikan,
legitimasi pemerintahan Abdurrahman Wahid
---------
hehe... aku kok jadi punya keyakinan tolol gini sih.
semakin dibicarakan semakin menuju ke kejadian.
apa itu?
tak lain adalah SI MPR. walaupun telah dikemukakan oleh
elite (elit kok sulit?) bahwa SI tidak digelar, namun karena
tiap hari menjadi bahasan, menjadi ocehan yaaaa lama-lama
sangat boleh jadi menjadi kenyataan.
dan kalau itu terjadi, GD mlorot, diganti, kemudian tambah
mlorot ekonomi dan urusan segala macem... lantas mo diapakan
negara? (apa mungkin minta lagi ke GD untuk mresiden lagi....
kalau gitu mah.. TOLOL be'eng, ya?).
terus ini nih katanya bila sampai 2001 ekonomi nggak naik-naik
rakyat akan nggak percaya lagi deh... sama GD. apa iya RAKYAT?
ah.... jangan-jangan ya yang mewakili saja?
kalau rakyat di desa and kampung (konon dalam mata ajaran ilmu
kependudukan, rakyat desa menempati 75% lho.... sehingga kena
cap negara agraris.. dan hampir selalu KKN mahasiswa dilakukan
di desa-desa... hehe... memang desa itu antik ya?

soel
(ngoceh aja kok)



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke