Beberapa lama saya mengikuti arena kuli-tinta yang dari dulu tak pernah
berubah kwalitas bahan argumentasi yang di bicarakan. Yang ada hanyalah
soal sodok-menyodok mau menang sendiri dan mental sok hebat yang amat saya
prihatinkan sebagai pengamat milis ini. Seolah memang beginilah generasi
produk orde-baru yang memang sudah terjejali penuh oleh
indoktrinasi-indoktrinasi feodalisme gaya si tua bangka Suharto, tanpa mau
mencoba berontak melepaskan diri untuk memerdekakan diri dari kungkungan
alam feodal ala Suharto.
Yang lebih parah lagi, hingga kini tidak ada satupun dari kita semua yang
menyadari, bahwa sebenarnya Suharto, militer dan organisasi masanya seperti
Golkar dsb adalah biang keladi dari sumber kehancuran Indonesia. Dan HINGGA
KINI mereka belum tersentuh hukum sama sekali.
Tidak ada satupun dari kita yang menyadari, bahwa ekonomi di Indonesia
tidak akan pernah berubah membaik, selama Suharto dan lingkarannya masih
belum tersentuh hukum sama sekali.
Suharto dan lingkarannyalah yang selama ini berusaha mengacau keadaan di
Indonesia, hingga ekonomi di negeri kaya raya bernama Indonesia ini luluh
lantak.
Memang betul katanya Marzuki Darusman selalu berteriak, bahwa kasus Suharto
akan terus diperiksa dan Suharto dikenakan tahanan kota. Tapi itu hingga
kapaaaaaannn???? Buktinya si Pataq Warak Suharto masih hidup tenang-tenang
di Jakarta. Wan Habibi juga dengan tenangnya seolah tanpa rasa dosa bahkan
mendirikan The Habibi Center (proyek cuci dosa). Dan kita semua diam saja.
HOPO TUMON???
Kita semua saat ini ribut membicarakan ekonomi yang rasanya tak akan pernah
berubah membaik. Ribut membicarakan siapa yang seharusnya baik untuk jadi
pemimpin. Ribut partai mana yang bagus untuk kita dukung dsb dsb. Sedang
pangkal persoalan yang sudah ada jelas-jelas di depan mata kita, malahan
kita abaikan. Bukti-bukti tentang kesalahan-kesalahan dan penyebab
kehancuran Indonesia yang dilakukan oleh Suharto, militer dan Golkar-nya
sudah jelas nyata!!! Tapi kok hingga kini kita semua belum mampu
menjebloskan Pataq Warak Suharto dan lingkarannya ke dalam sebuah sidang
pengadilan.
Ada lagi hal yang amat sangat menyedihkan dan membuat saya menangis
sendirian dalam kamar kecil saya diperantauan ini. Kita sudah terkecoh
habis dengan gerakan ABRI alias TNI yang saat ini bermain manis sebagai
anak ingusan yang baru lahir dan tak berdosa. Tidak ada satupun yang
menyadari, bahwa mereka sebenarnya adalah biang-biang kerusuhan yang
semakin merebak saat ini. Dan tidak ada satupun dari kita yang menyadari
semua ini. Kita semua di milis ini hanya sibuk untuk merebut kejuaraan
balap karung bernama argumentasi kuli-tinta.
Tiba-tiba saya ingat Indonesia-L sekitar 5 tahun lalu ketika saya
seringkali dihajar simpatisan Suharto, setiap kali tulisan saya muncul di
Indonesia-L. Lantas saya dan Pak John ketawa-ketawa cekakaan lewat telphon
antara NYC - Maryland (ketawa karena sudah tak bisa lagi merasakan
bagaimana rasanya sakit ). Saya ingat ketika beliau bilang; Lihat saja
nanti kalau satu waktu Suharto jatuh, pasti mereka akan saling berebut
untuk memenangkan diri sebagai reformis. Dan saya cuma bisa tersenyum kecut.
Dan ternyata itu terbukti saat ini. Bahkan dalam milis ini juga.
Sungguh saya prihatin adanya. Ternyata kita selama ini masih belum mampu
menterjemahkan apa arti kemerdekaan dan apa arti demokrasi yang sebenarnya.
Kita semua masih terkungkung dalam piramid Orde-Baru !!! Piramid FEODALISME !!!
G. Wibisana
IPS-USA
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!