On Thu, 8 Jun 2000, Andriecht wrote:
> Salam,
> Tampaknya harga demokrasi terlampu mahal bagi bangsa ini,
> Rasanya jaman Pak Harto lebih enak,
> aman, damai, tenang,..
WAM:
Teman saya, yang mati-matian menganggap dirinya reformis, pernah terjebak
dengan pertanyaannya sendiri. Ketika dia tanya, apakah saya lebih senang
dengan keadaan sekarang atau di jaman pak Harto, dengan tegas saya
katakan: saya suka jaman pak Harto! Dengan serta merta dia menuduh saya
anti reformasi.
Saya jawab, apa yang membuat anda bisa menyimpulkan seperti itu dengan
memberi pertanyaan yang begitu simple? Tanya lah pada tukang sayur, apa
mereka suka keadaan sekarang yang serba kacau dan harga-harga mahal, atau
jaman Suharto di mana harga relatif murah. Nggak ada hubungannya apakah
tukang sayur itu pro reformasi atau tidak. Jawabnya pasti sama dengan
jawaban saya: lebih suka jaman dulu ketika duit masih bernilai.
Buat saya, pertimbangannya simple. Dengan duit tabungan saya, yang saya
kira sudah bisa untuk menghidupi anak saya, sekarang nilainya amat jauh
merosot. Nggak ada hubungannya apakah saya pro refomrasi atau tidak.
Tentu saja, saya akan sangat pro reformasi, andaikata nilai uang tabungan
saya nggak diutik-utik.
Jadi, jangan terlalu mudah menilai orang sebagai reformis atau bukan
hanya dengan menilai ucapannya: saya lebih suka jaman Suharto. Andaikata
jaman Gus Dur ini keadaan perekonominan menjadi lebih baik, tentu orang
akan mengatakan: saya lebih suka jaman reformasi.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!