Konflik Gusdur dengan Sabirin jelas sudah menggiring kita untuk menhancurkan
bangsa secara beramai-ramai. Adakah diantara kita yang masih merasa bangsa Indonesia.
Saya rasa populasinya ,akim hari makin berkurang. Lihat..........
Betapa naifnya kita ini. Krisis moneter yang dimulai dengan kebobrokan perbankan
menyusul kenaikan kurs dan terakhir krisis politik. Bagaimana mengurai masalah
bangsa ini.
Pertama kita bangga telah berhasil memilih presiden kita sendiri dengan biaya
yang luar biasa. Biayanya adalah biaya gejolak kurs sebelum pemilihan presiden
( Kenaikan kurs Rp 100 saja merugikan negara sebesar Hutang Negara lebih kurang
$ 100 milyar X Rp. 100 sama dengan Rp 10 triliun) sesudah itu kita naikkan suku
bunga untuk meredam kurs sampai 70% hasilnya semua bank ambruk walaupun tidak
ada hubungannya dengan $. Kerugiannya biaya rekap yang berjibun. Ini sebelum
presiden terpilih
Nah sekarang......
Masalah perbankan mau diberesin. Akan tetapi hubungan yang tidak baik antara
BI dengan pemerintah bisa kita ihat dari pemberitaan-pemberitaan. Sekarang siapa
pun yang menjadi presiden untuk mengatasi masalah perbankan pasti dia ingin
mendapat kerja sama yang bagus dengan BI.Kita harus jujur soalnya masalah perbankan
ini bukan hanya masalah bank semata, kita harus jujur adalah masalah KKN selama
ini. Lihat betapa naifnya kita berlindung dibalik Independensi BI sehingga Independsi
secara publik opini telah berubah menjadi oposisi. Nah kalau kita menjadi presiden
apa yang dapat kita perbuat dalam hal ini??????
Nurani kita yang bicara
____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.detik.com
____________________________________________________
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!