>From: "Usman Maine" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [is-lam] Masih soal RIA 2/3
>Date: Thu, 08 Jun 2000 09:31:55 PDT
>
>o]. Menegakkan Hukum Allah...
>
>>Abu Geudong:
>>BTW, Mas Usman, menurut anda sendiri, bagaimana kita harus
>>menegakkan hukum Allah?
>
>Jawab:
>
>[1] Kalau ingin tahu apa yang pikir, bacahal apa yang ditulis
>     -  Abu Ridho dalam bukunya "Tarbiyah Islamiah"
>     -  Ayatollah Khomeini dalam bukunya "Islam and Revolution"
>        [terutama pada bab 1, 2, dan 3].
>
>Sebagai orang pergerakan dengan warna Islam yang kental, tentu
>sampeyan pernah baca dua buku itu. Tiga kali saya baca buku
>tulisan Abu Ridho itu.
>
>I was so impressed sampai hampir tiap halaman ada yang saya
>stabilo. Tadinya saya hanya baca buku adik saya, tapi akhirnya
>saya beli sendiri supaya bebas nyorat-nyoret. Selain itu, saya
>juga berniat menjadikan buku itu sebagai salah satu "buku bacaan
>wajib" buat anak-anak saya kalau mereka sudah masuk SMP nanti.
>
>Buku Imam Khomeini ini juga bagus. Tapi saya belum sempat
>mengulang membacanya. Insya Allah setelah masuk PT anak-anak mau
>membaca buku ini.
>
>Itu solusi globalnya, mas. Execute plannya, ada pada butir [2].
>
>
>
>[2] Memperjuangkan penerapan hukum Islam di Indonesia lewat jalur
>politik. Unutk itu kita perlu punya wakil sebanyak-banyaknya di DPR
>yang punya komitment thd Islam. Saya melihat PK, PBB, dan PPP [plus
>bbrp partai kecil lainnya ---spt partai kakek Deliar Noor-- masih
>punya semangat itu].
>
>Itulah sebabnya beberapa minggu yang lalu saya menghimbau kepada
>semua muslim untuk turut membesarkan partai Islam. Bila kebetulan
>kita bukan anggota/simpatisan partai Islam, minimal jangan menjegal
>misi partai-partai itu.
>
>Pemilu yad insya Allah pakai sistem distrik. Artinya, peran partai
>dalam menentukan caleg akan berkurang. Sebaliknya, peran individu
>calon sangat dominant. Oleh karena itu, sebenarnya tak penting
>dimana rekan-rekan mau masuk partai, yang penting adalah komitment
>nya thd Islam. Masuk partai bukan untuk mendapat kursi, tapi diniati 
>membersihkan kemungkaran yang selama ini mengjangkiti birokrasi pemerintah. 
>Dan jangan lupa pesan sponsor: "perjuangkan agar the law of Allah menjadi 
>the of the land"
>
>Bagi rekan-rekan yang berminat terjun ke partai politik, saya
>nitip pesan, jadilan politisi yang bisa meningkatkan keharuman
>Islam. Jangan berdalih krn demokrasi lalu mentolerir kemungkaran.
>
>Di milist ini dulu ada kawan yang menceritakan seorang penumpang
>bus malam non-muslim yang merasa lebih aman kalau ketika mendengar
>pak supir melafalkan kalimat "Bismillah" sebelum bus berangkat.
>Dia merasa aman, karena dia percaya pak Supir yang demikian tak
>akan ugal-ugalan di jalan.
>
>Ketika asap masih menghantui penerbangan di Indonesia, seorang
>Kapten Aziz --Pilot Merpati-- membuka percakapan dengan salam
>yang manis dan mengajak semua penumpang berdoa. Meski di pesawat
>itu ada penumpang non-muslim, saya perhatikan wajahnya nampak
>gembira dengan ucapan salam dan ajakan berdoa itu.
>
>Nah...mestinya spt itulah kita sebagai muslim. Karena kita seorang
>good-muslim, saudara yang non-muslim pun menaruh kepercayaan kepada
>kita. Dan, sebenarnya kita sudah punya contoh itu pada diri Rassul.
>Bila kita bisa meneladani Rassul dng baik, maka citra "politics is
>suck and dirty" akan dapat kita kikis.
>
>Pak Supir itu telah menunjukkan "Islam is rahmatan lil alamin"
>dalam skala kecil. Mampukah kita berbuat spt pak Supir itu?
>Menjadi muslim yang baik dan sekaligus dipercayai oleh mereka
>yang non-muslim? Bila kita sanggup meraih level itu, maka tak ada
>lagi kekawatiran di hati saudara-saudara yang non-muslim dng
>diberlakukannya hukum Islam. Karena mereka merasa terlindungi,
>tidak terancam jiwanya, tak terancam kebebasannya dalam beragama.
>
>Inilah yang harus kita buktikan, bahwa kita --muslim-- dapat
>dipercaya. Ini memang perkerjaan berat apalagi kalau yang kita
>hadapai adalah non-muslim golongan [3] alias ignorant.
>
>Sekarang ini, boro-boro kita dipercayai/meraih simpati non-muslim,
>sesama muslim saja saling jegal.  Padahal persoalannya sepele.
>Misal, hanya masalah partai yang didukung. Padahal kalau nanti
>mati tak akan ditanya malaikat waktu pemilu dulu milih partai
>apa.
>
>Buat saya pribadi, memilih partai hanyalah spt memilih baju.
>Tiap orang punya selera masing-masing. Dan oleh karenanya kita
>harus saling menghormati apa yang menjadi pilihan masing-masing.
>Dan karenanya pula, tak layak seorang pendukung satu partai
>saling olok dengan pendukung partai lain. Atau, kita menyerang
>seseorang [politisi/pemimpin] hanya karena dia bukan dari partai
>yang kita pilih. Sebaliknya diam seribu bahasa kalau yang berbuat
>keliru dari orang dari partai yang kita pilih.  Bila kelakuan kita
>masih spt ini, saya katakan kita belum merdeka menjadi manusia.
>
>Manusia yang merdeka menilai orang lain bukan dari siapa dia.
>Tapi dari apa yang diperbuatnya. Bila apa yang diperbuat itu
>melawan asas keadilan, kita wajib meluruskannya [dengan cara
>masing-masing]. Kalau seseorang berbuat kebaikan [meski dia
>non-muslim] kita harus berani admit itu perbuatan memang baik
>dan kita perlu ngiri krn tak bisa berbuat sebaik dia. Selain itu,
>sebagai muslim tentu standar kita adalah al Qur'an dan sunnah
>Rassul [bukan hanya hukum positif yang berlaku di negara kita].
>
>
>Wassalam,
>=Usman Maine=
>"Lord opens
>      our eyes to see what is beautiful, or
>      our minds to know what is true, or
>      our hearts to love what is good"
>
>--------------------------------------------
>Usman Kris Joko Suharjo
>Dept. of Applied Ecology and Environmental Sciences
>University of Maine
>Deering Hall, Orono, ME 04469
>USA
>phn: 207-866-0680
>fax: 207-581-2999
>Email: [EMAIL PROTECTED]
>-----------------------------------

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke