>From: "Usman Maine" <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: [EMAIL PROTECTED] >CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] >Subject: [is-lam] Masih Soal RIA 3/3 >Date: Thu, 08 Jun 2000 09:42:18 PDT > >Assalamu'alaikum Wr.Wb. > >>From: "Abu Geudong" <[EMAIL PROTECTED]> >>Date: Wed, 7 Jun 2000 23:09:14 +0800 >>Saya sangat tidak setuju dengan pernyataan Mas Usman : >> >>>"Jika itu nanti terjadi...tentara tak bisa disalahkan. Yang patut >>>disalahkan adalah mereka yang menimbulkan pertumpahan darah itu dan >>>mereka yang memberi perintah para tentara itu." >> >>Kalau pernyataan ini di interpolasikan, anda akan menyalahkan Rasulullah, >>Mas. Dan pada gilirannya anda akan menyalahkan Allah. >>"Telah diwajibkan kepada kamu berperang, sedangkan kamu tidak >>menyukainya." >>Itu sudah menjadi ayat yang tersurat di dalam AlQuran. Mas Usman senang >>atau tidak, saya senang atau tidak, perang sudah diwajibkan oleh Allah. >Usman Maine: > >Perang menurut saya... > >Dalam kaitan ini konsep perang yang saya anut juga perang dalam >kaitan "defense". Allah memang menganjurkan kita perang. Tapi >penyebab perang itu yang kita perlu justify dengan benar. >Dalam kasus Ambon dimana muslim dihumiliate semata-mata karena >mereka muslim, perang menjadi wajib hukumnya. Saya belum pernah >mendengar berita, saudara-saudara di Aceh dihumiliate tentara >karena agamanya [Islam]. Misal, seseorang diperiksa KTP-nya >setelah ketahuan ia beragama Islam lalu disiksa atau diperkosa >oleh tentara. Tapi lebih ke arah tuduhan membantu GAM, jadi >mata-mata, menyembunyikan GAM, atau menjadi anggota GAM... >sayang sekali tidak selamanya tuduhan itu benar. > >Perang lain yang juga dianjurkan agama adalah karena menghalangi >seorang muslim menjalankan perintah agamanya. Dalam kaitan ini, >kita boleh mengangkat senjata berperang melawan mereka yang >menghalangi kita menunaikan kewajiban agama. Lagi...saya belum >pernah mendengar para tentara itu mengahangi saudara-saudara di >Aceh menunaikan ibadah. > >Perang lain yang juga dijustify oleh Rassul adalah ketika kita >dihalangi melakukan dakwah. Ini terjadi ketika utusan Rassul >dihalangi melakukan dakwa oleh seorang penguasa Nasrani. Saya >juga tidak/belum mendengar informasi ini terjadi di Aceh. > >Perang juga dibolehkan ketika kita melawan penguasa yang lalim. >Tentang kelalilam penguasa [Orba terutama] bukan hanya dirasakan >oleh saudara-saudara di Aceh. Saya kemarin menulis sederet daftar >dari kasus Tanjung Priok, Haor Kuning, GPK Warman, Komando Jihad, >Perkosaan gadis-gadis Cina, petani Kedung Ombo, pembunuhan >sejumlah kiai di Jawa Timur, dan dimarjinalkannya masyarakat >Papua. > >Di posting sebelumnya saya menawarkan tiga solusi: otonomi >diperluas, diberlakukannya hukum Islam, dan diadilinya mereka >yang telah melukai rakyat. > >Saya kira solusi saya menjawab keingingan sampeyan tanpa harus >memisahkan diri dari NKRI. Seperti yang sampeyan tulis sendiri >"Satu-satu solusi adalah diterapkannya Hukum Allah." > >Belakangan mas Hamzah menulis "biar kecil rumah sendiri" yang >saya lihat makna Aceh tetap harus merdeka [tulisan ini muncul >setelah tiga solusi yang saya tawarkan itu]. Saya tidak tahu >apakah buat sampeyan yang penting merdekanya Aceh atau diberlakukannya >hukum Allah di Aceh. > >Bila sampeyan juga sependapat dengan mas Hamzah, saya hanya >ingatkan, Aceh adalah bagian dari NKRI. Ini legitimate. Dan >oleh karenanya, persoalan Aceh bukan lagi menjadi masalah >terisolir menjadi milik rekan-rekan yang saat ini kebetulan >mendiami Aceh. Melainkan, masalah Aceh adalah persoalan >bangsa Indoensia. Apalagi kalau mau memisahkan diri. Maka >persoalannya tidak bisa diisolir bahwa ini masalah orang Aceh. >Biar nanti negaraku kecil,tapi di rumah sendiri [Aceh]. Analogi >rumah dengan negara dalam hal ini saya nilai kurang tepat. >Karena Aceh adalah bagian dari rumah besar bernama RI, maka >sangat kurang nyaman kalau di dalam rumah ada rumah kecil. >Meskinya demikian memberikan analoginya. > >Penutup... > >Masuknya Aceh menjadi satu kesatuan dengan RI bahkan telah >dirintis pada jaman "Soempah Pemoeda" [lihat-lihat lagi >tulisan bung Raymond Touw]. > >Daud Beureuh sendiri sudah mau kembali ke pangkuan RI setelah >melalui proses yang panjang [ini yang saya tahu]. Mas Abu masih >mengungkit masa lalu [DI/TII; GAM yang diproklamirkan tahun 1976]. >Jika komponen bangsa yang lain juga berbuat spt itu, nanti tidak >akan ada lagi NKRI. Masing-masing raja mengklaim tahtanya. >Bisa-bisa saya melakukan klaim "Tahta Kerajaan Islam Pajang" >dan mungkin harus perang tanding dengan Abdurahman Wahid krn >saya mendengar RI-I ini juga anak turun Joko Tingkir. > >Di Padang akan ada berapa kerajaan kecil, di Bengkulu ada banyak kerajaan >kecil. Dan di Nusantara akan ada ratusan kerajaan kecil. >Tapi semua itu telah dilebur ketika ada Soempah Pemoeda, yang berpuncak >dengan berdirinya NKRI. > >Yang menderita bukan hanya saudara-saudara dari Aceh. Hampir >seluruh ummat Islam dan ummat lain sama menderitanya dibawah >regim Orba. Dan, pemisahan Aceh dari NKRI saya lihat bukan jalan >keluar terbaik. > >Wassalam, >=Usman Maine= >"Lord opens > our eyes to see what is beautiful, or > our minds to know what is true, or > our hearts to love what is good" > >-------------------------------------------- >Usman Kris Joko Suharjo >Dept. of Applied Ecology and Environmental Sciences >University of Maine >Deering Hall, Orono, ME 04469 >USA >phn: 207-866-0680 >fax: 207-581-2999 >Email: [EMAIL PROTECTED] >----------------------------------- ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
