Press Release

PALANG MERAH INDONESIA

Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta 12790

Telp. (021) 7992325 Hunting Fax. (021) 7995188

------------------------------------------------------------------------------------------

AKSI PALANG MERAH DALAM 

PENANGGULANGAN KORBAN BENCANA BENGKULU



Gempa Bumi berkekuatan 7.9 skala richter (berdasarkan data terakhir USGS/United States 
Geological Survey) yang melanda Bengkulu, 4 Juni 2000, pukul 23.30 waktu setempat, 
berdasarkan data Satkorlak per 12 Juni, mengakibatkan 80 orang meninggal, 705 orang 
luka berat, 1.879 Orang luka ringan, 1.386 rumah penduduk yang hancur, 15.512 rusak 
berat, sekolah 246 unit, tempat ibadah 125 unit, gedung perkantoran 110 unit.


Sarana pengairan terganggu dan aliran listrik terputus, sehingga mengakibatkan 
operasional 3 Rumah Sakit Umum di kota Bengkulu yang menampung para korban terganggu. 
Pulau Enggano yang terletak dekat dengan pusat gempa, (kurang lebih 15 km) 
diperkirakan infrastrukturnya mengalami kehancuran 90%. Dari sekitar 300 rumah yang 
ada dengan total penduduk sekitar 1.500 orang, 40 orang luka ringan namun tidak 
terdapat korban jiwa dan hanya 52 buah yang rusak. Hal ini disebabkan rumah-rumah 
tersebut umumnya di bangun dari kayu.


Aksi Palang Merah

Segera setelah terjadi gempa, Palang Merah Indonesia - Bengkulu, menerjunkan 
sukarelawannya yang tergabung dalam Tim SATGANA (Satuan Penanggulangan Bencana) untuk 
melaksanakan operasi bantuan yang stand by 24 jam, berupa evakuasi korban, dapur umum, 
pos kesehatan dan TMS (Tracing and Mailing Service/pelayanan pencarian korban dan 
penyampaian berita keluarga). Disamping itu, UTDC (Unit Transfusi Darah Cabang) PMI 
Bengkulu juga telah membantu menyediakan kebutuhan darah bagi rumah sakit yang 
menampung para korban bencana.


Melihat pada besarnya skala bencana, segera setelah bencana terjadi, Pengurus Pusat 
melakukan pendekatan ke berbagai pihak dan meminta bantuan (International appeal) 
kepada Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC/International 
Red Cross and Red Crescent Societies) untuk menghimpun dukungan dan bantuan bagi 
korban bencana.


Menanggapi upaya PMI, hari kedua setelah bencana, Delegasi IFRC Jenewa, Delegasi 
Regional di Bangkok dan Delegasi yang berkedudukan bersama dengan Delegasi Palang 
Merah Jepang, Singapura, dan Amerika, disamping utusan Pengurus Pusat PMI langsung 
mengadakan kunjungan ke lokasi bencana untuk melakukan penilaian kebutuhan dan 
mendukung operasi bantuan setempat.


Selanjutnya IFRC mengeluarkan himbauan pertama kepada masyarakat internasional untuk 
menghimpun dana sebesar 5,353,933 CHF dengan target sasaran bantuan bagi 140.000 
korban.


Untuk membantu operasi PMI di Bengkulu, hingga hari ini Pengurus Pusat telah 
menyalurkan 100 kantung darah segar, 2.000 kantung darah, dan obat-obatan sserta 
bekerja sama dengan IFRC mempersiapkan penyaluran bantuan 24.000 Terpaulyn/plastic 
sheet , 100 unit sarana P3K dan 1.000 unit family kits bagi korban bencana di 
Bengkulu. Setiap kit berisi: tikar, peralatan masak, peralatan makan, jerigen, sabun 
mandi, sabun cuci, sikat gigi, odol, sarung, selimut, sabun dan lilin, dengan berat 
masing-masing sekitar 20 kg.


Rumah Sakit Darurat Lapangan


Disamping itu, untuk membantu opersaional Rumah sakit di Bengkulu yang saat ini belum 
dapat berfungsi secara optimal akibat gempa, atas permintaan PMI, Federasi 
Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, akan mendirikan Rumah Sakit Darurat 
Lapangan dengan 150 tempat tidur di Kota Bengkulu, untuk periode selama enam bulan 
sejak pertengahan Juni ini, didukung oleh tenaga medis dari Norwegia dan Jepang, 
disamping tenaga medis PMI dan tenaga medis setempat.


Secara keseluruhan, fasilitas rumah sakit meliputi:


  a.. 150 buah tempat tidur


  b.. 120 buah tenda Rumah sakit


  c.. 2 kamar bedah


  d.. Fasilitas Rontgen / pemotretan medis


  e.. Laboratorium


  f.. Ruang pemeriksaan pasien


  g.. Obat-obatan


Pengadaan perlengkapan Rumah Sakit tersebut dibeli melalui Palang Merah Norwegia, 
senilai 1,5 Juta CHF/kurang lebih 1 Juta US Dollar.


Barang-barang tersebut yang berbobot 92 ton dan dikemas dalam 670 boks, tiba di 
Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, dari Frankfurt dengan pesawat barang MD 11. Kedatangan 
barang-barang tersebut didampingi oleh suatu Tim dari Norwegia yang akan membantu 
pendirian, pelayanan Rumah Sakit dan pemeliharaan barang-barang tersebut.


Tim terdiri dari 8 orang meliputi, seorang ahli bedah, seorang ahli Anestesi dan 
seorang perawat Operasi serta beberapa orang teknisi.


Selanjutnya barang-barang akan diangkut oleh dua buah Pesawat Hercules C 130 untuk 
diterbangkan ke Bengkulu. Keberangkatan ke Bengkulu dilaksanakan Kamis, 15 Juni, 
dipimpin langsung oleh Ketua Umum PMI, Bapak Mar'ie Muhammad didampingi Tim Federasi 
Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Untuk fasilitas pengangkutan ini, 
PMI mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI AU.


Ketua umum PMI, juga menghimbau para dermawan untuk berperan serta bersama-sama PMI 
membantu meringankan penderitaan para korban bencana. Untuk itu PMI siap menyalurkan 
sumbangan masyarakat yang dapat disampaikan melalui Kantor Pusat PMI, Jl. Jenderal 
Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta Selatan atau melalui Rekening PMI pada Mandiri Jakarta, 
Wisma Baja No. 070.0089012012. 


Sumbangan dapat pula disalurkan secara langsung melalui PMI Daerah Bengkulu, Jl. Siti 
Khadijah No. 22, RT IV - Bengkulu Telp: (0736) 20583.


Sementara ini Pengurus Pusat telah menerima sumbangan dari PT. Astra berupa uang Rp. 
250 juta rupiah dan dari Kedutaan Republik Rakyat China sebesar 20.000 US Dollar serta 
sumbangan masyarakat lainnya senilai 147 juta rupiah. PMI setempat juga telah menerima 
dan menyalurkan sumbangan diantaranya berupa obat-obatan dari Pemerintah Swiss senilai 
150 juta Rupiah.


Informasi lebih lanjut dapat menghubungi

Johni Mahmudi, Telp. 799-2325

Marlina Suriawan, Telp. 799-2325




Kirim email ke