>
>On Wed, 14 Jun 2000, Arif Sutrisno wrote:
>Ass.wr.wb.
>aku iki wong islam apa bukan ? menurut saya yach sudah islam tapi kadang 
>kadang saya sendiri binggung  katanya ibu/bapakku wong beragama itu tidak 
>boleh saling menyakiti apalagi membunuh
>tetapi sekarang yang saya lihat sesama agamapun saling membunuh, iri dengki 
>dsb. hanya rebutan sesuatau

Poirot:

Yang disampaikan "ibu/bapakku" itu benar adanya, tapi tidak
lengkap. Referensinya mestinya bukan "ibu/bapakku", tapi
Rassul dan firman Allah. Pernahkah mendengar Rassul memimpin
perang? Rassul beberapa kali memimpin perang.

Yang perlu dijustify adalah alasan perang/membunuh itu,
antara lain krn:
-mempertahankan diri
-dihalangi melaksanakan perintah agama
-didzolimi

Yang harus dihindari adalah seorang muslim berbuat dholim.
Jangan karena di atas angin, terus berbuat "daksiyo" sama
orang lain.

Kalau moral teaching iri-dengki dsb, itu menjadi pelajaran
universal, krn tiap agama melarang ummatnya berbuat spt itu.
Orang tak beragama pun tahu iri-dengki itu tak baik.

Islam memang unik, Rassul-nya memimpin perang. Ini spt
Nabi Musa yang diperintahkan menentang kedhaliman Firaun,
yang berakhir dengan pertumpahan darah.

>yang tidak prinsip . Islam sebenarnya itu yang mana sich mohon rekan yang 
>sudah beragama dan menjalankan secara benar tolong dech .. diajarkan agar 
>kita juga tahu islam sebenar benarnya islam .

Poirot:

Islam sebenarnya adalah Islam yang dicontohkan oleh Nabi
Muhammad. Setiap orang ingin sempurna dalam menjalankan
agama, tapi manusia punya sifat lemah --cenderung mengambil
yng enak untuk dirinya-- dan karena adanya godaan iblis
yang telah mendapat ijin Allah untuk menggoda manusia.

Tidak perlu menunggu "ada orang yang sudah beragama dan
menjalankan secara benar", sebab, kita sendiri harus
meningkatkan pengetahuan kita tentang agama kita, dan
menjalankan apa yang sudah kita ketahui.

I was born Protestan, learning process agama tak akan
pernah selesai. Tapi let's gunakan waktu yang tersedia
pada kita untuk mendalami agama yang kita anut.

Saya dulu sering memberi komentar seseorang [muslim] sbg
muslim fanatics, muslim fundamentalist, muslim garis keras.
Itu saya lakukan krn ternyata karena kebodohan saya saja.
Saya yang tidak faham krn minimnya pengetahuan saya tentang
agama Islam. Tapi time's changed me. Dengan mau menyediakan
waktu membaca buku-buku agama [selain baca Kho Ping Ho],
dan mengadiri pengajian subuh, membaca terjemahan tafsir
al Qur'an setelah ngaji...meski pelan...ada perubahan dlm
diri saya.

Perubahan bukan berarti jadi makan galak ke non-muslim.
Bukan begitu. Makin berani menentang ketidakadilan [kalau dulu
cuek... asal udah sholat-puasa-bayar zakat ya udah selesai; yang
lain itu urusan masing-masing]. Tetapi setelah saya sering baca
kisah kehidupan Rassululah, banyak teladan aplikatif yang bisa
kita petik.

After all, bukankah kita memang diajar untuk belajar? Ayat
pertama yang turun kan "Iqro" [bacalah]. Implisit, sebagai
orang Islam kita di-encourage harus aktif meningkatkan diri
[pengetahuan dan aplikasi...baik dalam pengetahuan agama/
pengetahuan lain yg bermanfaat untuk masyarakat].

+++Poirot

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke