On Fri, 16 Jun 2000, Hercule Poirot wrote:

> Yang perlu dijustify adalah alasan perang/membunuh itu,
> antara lain krn:
> -mempertahankan diri
> -dihalangi melaksanakan perintah agama
> -didzolimi

WAM:
Betul.
Bahwa sebagai orang Islam dilarang membunuh, itu jelas sekali. Dosanya
amat besar. Namun, situasinya menjadi lain manakala pilihan yang timbul
hanya membunuh atau dibunuh. Yang terjadi di Ambon sudah sampai ke tahap
itu. Orang bisa dibunuh hanya karena dia beragama Islam.
 
> Yang harus dihindari adalah seorang muslim berbuat dholim.
> Jangan karena di atas angin, terus berbuat "daksiyo" sama
> orang lain.

WAM:
Pengalaman menunjukkan, kelompok _minoritas_ akan lebih aman di bawah
mayoritas muslim daripada ketika orang Islam jadi minoritas. Ambon, Poso,
Kupang.

> Islam sebenarnya adalah Islam yang dicontohkan oleh Nabi
> Muhammad. Setiap orang ingin sempurna dalam menjalankan
> agama, tapi manusia punya sifat lemah --cenderung mengambil
> yng enak untuk dirinya-- dan karena adanya godaan iblis
> yang telah mendapat ijin Allah untuk menggoda manusia.

WAM:
Itu yang ditunjukkan oleh Jawa-jawa pseudo Islam. Ngakunya Islam, namun
cuma mau enaknya sendiri. Tidak sedikitpun tergerak untuk menolong warga
Islam yang sedang dizalimi begitu jahatnya. 
 
> Perubahan bukan berarti jadi makan galak ke non-muslim.
> Bukan begitu. Makin berani menentang ketidakadilan [kalau dulu
> cuek... asal udah sholat-puasa-bayar zakat ya udah selesai; yang
> lain itu urusan masing-masing]. Tetapi setelah saya sering baca
> kisah kehidupan Rassululah, banyak teladan aplikatif yang bisa
> kita petik.

WAM:
Tidak ada Muslim yang menjadi galak, kalau tidak _dikerjai_ terlebih dulu.
Saya, berdasarkan pergaulan sehari-hari, tidak pernah berfikiran zalim
kepada warga non-Muslim. Namun, yang terjadi di Ambon (dan terakhir Poso)
sudah kelewat batas. Orang Islam dijahati dengan begitu busuknya. Cuma
kadal saja yang tidak tergerak untuk membela mereka.
 



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke