kadang aku ingin sekali bertanya.
apa sih kerjaan dan maksud para pengamat politik dan analist itu?
apakah ingin mengembangkan opini masyarakat, ingin pendapatnya
diakuhi hebat, atau sekedar cari ladang buat diri sendiri?

hehee.. lha habis kalau baca pendapat-2 pengamat dan analis, apalagi
yang telah dirangkum oleh media massa.... kok sepertinya geger
dan heboh nggak keruan ya?
ada pengamat yang dinyatakan mengkritik GD, menyuruh GD me... dan
meeee yang lain pada pemerintah. namun setelah diikuti ternyata itu
hanya dikemukakan di dalam seminar atau bahkan simposium terbatas.
lhaaaa apa begitu terus diperhati-in oleh yang dikiritik. mbok iyaoooo
pakai jalur agak efektif gitu lho. ketemu langsung kek. usul pada
wakil
rakyat kek (kalau memang masih sadar sebagai rakyat). kirim surat
kek.... dll... kan lebih efektif dan sejuk. bukannya malah
mempergenting
keadaan.
menyatakan keadaan bangsa telah genting kok ikutan mempergenting,,,,
aaah.. dasar pengamat!

soeL

------------
Dimensi Politis
Di Sala Sabtu lalu, penasihat DPP PDI Perjuangan Sabam Sirait,
mengemukakan, kendati perombakan kabinet merupakan hak prerogatif
presiden, Gus Dur selayaknya mempertimbangkan dimensi politis dalam
perombakan itu.
Memang, lanjut dia, tidak ada aturan yang mengharuskan Presiden untuk
berkonsultasi dengan parpol-parpol besar dalam menyusun kabinet.
"Tetapi Gus Dur perlu melihat implikasi-implikasinya," ujarnya.
Dia yang ditanya usai menjadi narasumber dalam diskusi yang
diselenggarakan LPTP-LP3ES di Riyadi Palace, Sala, mengingatkan, ada
baiknya Presiden sebelum menempatkan orang-orang baru di kabinet,
membuat kesepakatan dengan parpol-parpol besar. Menurut dia, pertemuan
Gus Dur, Amien Rais, Megawati, dan Akbar Tanjung, tidak membicarakan
soal kabinet. "Saya tidak tahu apa yang mereka perbincangkan,"
ungkapnya.
Dia menambahkan, idealnya jumlah personel yang ada di kabinet itu tak
melebihi 17 orang. Dulu Gus Dur pernah menyampaikan, jumlah
menteri-menterinya hanya 17 orang. "Setelah disusun ternyata menjadi
40 orang. Ini kabinet yang kegemukan," katanya.
Sabam berpendapat, kalau bisa menteri itu tak lebih dari 13 orang
saja. Banyak departemen yang sudah tidak populer, dan departemen
tersebut dapat digabungkan dengan departemen yang lain. Dia
mencontohkan, Departemen Transmigrasi sebagai departemen yang sudah
tidak populer lagi.
Departemen Pertanian dan Kehutanan juga dapat digabung menjadi satu.



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke