> >From: "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
> >kadang aku ingin sekali bertanya.
> >apa sih kerjaan dan maksud para pengamat politik dan analist itu?
> >apakah ingin mengembangkan opini masyarakat, ingin pendapatnya
> >diakuhi hebat, atau sekedar cari ladang buat diri sendiri?
> Bambang Sumantri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Tak kira kok pada pesen tempat. Ya sukur-sukur bisa sampai jadi manteri,
> gitu lho mbah. Sak tidaknya, ya, bolehlah sekedar legislator belaka.
> Cukup. kalau masih mbleset, ya bisalah jadi inner circle untuk dapat
> ganjaran proyek-proyek enteng-entengan yang tak butuh profesionalisme
> tinggi. Kalau masih nggak nyantol juga, ya haraplah bisa dianggap sebagai
> tokoh, lalu mendapetken undangan sono-sini, makan gratis dapat angpao.
>
> Cari duit, mbah ....
> Adol abab. Adol kapling di lembaran koran.
> Padahal opini yang sudah berkembang tak bisa sertamerta dihapus dengan
> 'tibaknya keliru' dari pendapat tadi.
> Pendapatnya itu kan merupakan (sumber) pendapatan, toh mbah ...
jegeknya,
aku koq sedelapan yang adol abab itu, denmas triman,
pendapatnya adalah pendapatannya....
semakin banyak doi ngabab,
nggak peduli di mana,
pokoke semakin dapur ngebul.......
dene nantinya dapat proyek atawa menjadi anggota lingkaran kekuasaan,
itu mah bukan kerjaan...
nyang penting dapur ngebul...
ngabab en ngocol apa aja, dijabanin....
ra ngguunnuu, tah....
> >ada pengamat yang dinyatakan mengkritik GD, menyuruh GD me... dan
> >meeee yang lain pada pemerintah. namun setelah diikuti ternyata itu
> >hanya dikemukakan di dalam seminar atau bahkan simposium terbatas.
> >lhaaaa apa begitu terus diperhati-in oleh yang dikiritik. mbok iyaoooo
> >pakai jalur agak efektif gitu lho. ketemu langsung kek. usul pada
> >wakil rakyat kek (kalau memang masih sadar sebagai rakyat). kirim surat
> >kek.... dll... kan lebih efektif dan sejuk. bukannya malah mempergenting
> >keadaan. menyatakan keadaan bangsa telah genting kok ikutan
> >mempergenting,,,,
> >aaah.. dasar pengamat!
> Kebebasan pers yang super kebablasen kiye ne....
> Media tak cuma bersaing di antara media yang lain. Para kulitintawan pun
> bersaing dengan sesama member di korannya masing-masing. Selain gaji
> tetap,
> mereka kan ada bonus prestasi, yang diitung dari besarnya artikel mereka
> yang dimuat, lebih-lebih di halaman utama. Mangkanya koran JP bola-bali
> kedadeyan kaya ngono kuwi kan sering banget.
coba kalo semua kata pengamat dan anlis dituruti,
oleh yang sedang megang kuasa,
apa ndak negeri ini tambah mawur madul,
kadosdene kasur kapuk diodol-odol,
seperti gabah dipinteri,
lha wong analisisnya cuman adol abab, je....
soal pers yang kebabalasen,
saya sih nggak mengatakannya begitu,
hanya mereka belum bisa memilih mana yang layak tayang,
dan mana yang tidak....
wong belum pernah mengenyam, je......
nyam-nyem nggayemi,
bienjawa
--------
=====
= fabian bienjava =
= fabian - madani - madhani - madhangi - masyarakat =
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!