On Tue, 25 Jul 2000, Benny Henricus Samosir wrote:
> WAM wrote :
> Saya sepakat, kenapa segala macam _teriakan_ itu baru dilakukan sekarang?
> Teriakan-teriakan itu sudah lama muncul sejak perang pertama kali muncul
> dari kedua belah pihak.
WAM:
Apa iya sih bung?
Saya masih ingat kok, ketika warga muslim begitu terdesak, di TV diadakan
talk show, yang dihadiri (salah satunya) Romo Magnis Suseno. Dengan agak
sombong, orang ini tidak bersedia ketika ditanyakan: apakah dia mau ikut
mendinginkan suasana di Ambon? Saya amat sedih, sekaligus marah. Kok orang
ini begitu pongahnya? Mentang-mentang orang Islam sedang kalah. Andai saja
dia bersedia, soal hasilnya itu adalah soal lain lagi, pasti sekarang pun
akan banyak orang Islam yang berteriak untuk menghentikan keributan di
Ambon. Tidak lama setelah _penolakan_ romo Magnis itu, muncul Laskar
Jihad. Saya yakin, kalau dari awalnya pemerintah tanggap, nggak laku tuh
kelompok macam LJ.
Namun, rasanya jadi _aneh_ kalau sekarang orang Kristen ganti
kebingungan. Sampai mau ngundang pasukan luar segala. Lha dulu itu
ngapain aja? (Believe me, saya menghendaki MAluku aman sekarang juga. No
more bloodshed!). Alangkah indahnya andai sesama orang Maluku saling
berdamai.
> Kita saja (pemerintah dan masyarakat Indonesia) yang nggak tahu cara
> menanggapi teriakan-tereakan itu sampai sekarang dan juga masih dari kedua
> belah pihak dan semakin keras.
WAM:
Bagus lah. Semoga perdamaian cepat terlaksana di sana. Dan di Poso juga.
> Malah banyak politisi dan masyarakat kita-kita juga (para wartawan juga
> turut serta) untuk menambah tereakan-tereakan itu semakin kuat.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!