On Tue, 25 Jul 2000, Agus Satrio wrote:

> Tulisan brengsek macam apa pula ini, "sense of
> crisis"? Kalau punya sense of crisis seharusnya tidak
> ngotot mencalonkan presiden buta, kalau punya sense of

WAM:
Bung, soal mencalonkan siapa adalah hak semua orang yang nggak bisa
diganggu gugat. Mau mencalonkan orang gila sekalipun. Kenapa anda
mempermasalahkan hal ini?

> crisis tidak ngotot memanas-manasi umat agama tertentu
> untuk berjihad, kalau punya sense of crisis tidak

WAM:
Itu adalah akibat. Kenapa anda tidak mempermasalahkan penyebabnya?
Laskar Jihad nggak perlu, dan nggak akan ada, kalau sejak awal pemerintah
tanggap. Yang terjadi, di sana ada sekelompok masyarakat yang dibunuhi dan
dirusak harta bendanya tanpa pemerintah bertindak yang efektif. Malah,
korbannya dituduh macam-macamn oleh presiden. Berjihad adalah kewajiban
bagi ummat Islam, jika melihat _saudaranya_ diperlakukan tidak benar.
That's for your info. Jikapun tidak muncul Laskar Jihad, pasti akan muncul
laskar jihad lain dengan nama lain pula. Sungguh, anda tidak akan dapat
menghentikan munculnya kelompok ini. Lihat di Afghanistan tempo hari.
Tanpa diundang pun muncul laskar semacam itu. Hentikan tindakan biadab
terhadap ummat Islam (dan ummat lain, for that matter), pasti nggak bakal
muncul laskar segala macam. 

> merestui berangkatnya laskar jihad ke Ambon. Dan yang

WAM:
Terpaksa. Penghancuran ummat Islam di Maluku kan belum berhenti manakala
LJ itu _mengancam_ berangkat ke Maluku. 

> lebih brengsek lagi kalau punya sense of crisis tidak
> mengumbar nafsu dendam dan amarah seperti tulisan di

WAM:
Entahlah.
Apakah menceritakan dengan lugas apa yang terjadi di sana itu dapat
disamakan dengan _berahlak rendah_? Bahwa ummat Kristen, jika bernasib
sial, juga bisa terbunuh di Maluku, itu mesti diakui. Pendeknya, semua
pihak saling berbunuhan. Namun, janganlah kejadian itu disembunyikan.
Marilah kita sama-sama belajar. Jangan lagi rasisme dan SARA dibiarkan
merajalela. Cukup satu Maluku saja. Di Poso, apa yang anda lakukan?
Maluku, dalam skala yang lebih kecil, terjadi di Poso bung. Ratusan warga
muslim dibantai.

> atas, yang hanya mencerminkan rendahnya akhlak yang
> bersangkutan. Jangan teriak-teriak sense of crisis
> bila masih suka menuangkan bensin ke dalam api.
> Kekerasan yang dilawan dengan kekerasan hanya akan
> melahirkan kekerasan.

WAM:
Silahkan, jika anda mau melawan kekerasan dengan kehalusan. Atau cinta.
Kalau sudah sampai membunuh, perlukah anda berteori?


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke