Kenyataannya seperti itu kok.
Banyak diantara kita-kita yang mengatasnamakan universalisme dan HAM menjadi
sedikit munafik.
Kalau murni atas nama HAM, pasti kita sudah meminta bantuan PBB sejak tahun
1999, minimal sejak tragedi Tobelo. Mungkin untuk Poso pun kita harus
meminta bantuan ke PBB.
Kalau murni atas nama HAM, rasanya rekomendasi atas kasus Tanjung Priok akan
lebih baik dari yang sekarang ini, sampai Munir pun harus menyatakan
kekecewaannya di depan publik ...
-----Original Message-----
From: Benny [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, July 26, 2000 11:06 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Kuli Tinta] FW: S.O.S!!! + URGENT !! Pray for Ambon -
Maluku !!!
WAM:
Bung, saya ikut sedih ketika mendengar KM Cahaya bahari tenggelam bersama
ratusan penumpangnya. Saya tahu, mereka bukan orang Islam.
Ck...ck...ck..., kayaknya peristiwa Maluku dan lainnya sudah menimbulkan
fanatisme berlebihan pada bapaks satu ini sampai-sampai tiap kejadian yang
tidak berhubungan dengan SARA sekalipun yang pertama kali diselidiki adalah
apakah si korban beragam Islam, atau beragama kristen ???
Sampai kapan pertentangan Islam - Kristen atau yang lainnya akan berhenti
kalau umatnya masih terus begini ?
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!