On Wed, 26 Jul 2000, Benny wrote:

> WAM:
> Baiklah. Tolong anda jawab, kalau ada masyarakat Kristen yang nyawanya
> sedang terancam, sedang saya (mestinya) bisa menyelamatkan mereka, ketika
> saya dimintai bantuan terus saya bilang : sorry, saya lagi sibuk nih,
> apakah anda menganggap jawaban saya ini jawaban orang bermoral atau tidak?
  
> Benny :
> Kok anda menyimpang dari topik yang ada ?

WAM:
Tidak.
Saya hanya ingin menunjukkan, ada macam-macam jawaban untuk mengatakan
_tidak mau_. Tidak harus bilang secara langsung. Efeknya sama: tidak mau.

> Sudah jelas jawaban dari pertanyaan anda itu bahwa orang yang tidak menolong
> sesama adalah tindakan yang salah. Bahkan kalau boleh cintailah musuhmu.

WAM:
Saya inginkan jawaban anda.
BUkan jawaban saya.

> Tapi kasus yang anda ungkapkan sangat berbeda dengan persoalan yang ada.
> Jika anda menganggap seorang Romo Mangun mampu dengan seketika menghentikan
> pertikaian yang terjadi itu adalah suatu kebohongan yang sangat besar. Dia

WAM:
Siapa bilang romom Magnis (bukan Mangun yang sudah almarhum) mampu
menghentikan seketika? Tidak perlu anda ajari, saya juga tahu itu. Tapi,
beranikah anda mengatakan bahwa jika romo Magnis mau berusaha omongannya
sama sekali tidak didengarkan orang Kristen? Saya ragu. Kalau begitu,
lantas apa peran seorang romo di hadapan orang Kristen? Bertolak dari
keyakinan saya, bahwa seorang romo akan lebih didengar suaranya oleh massa
Kristen, saya beranggapan bahwa dia mampu berbuat _sesuatu_. BUkan
menghentikan konflik sekaligus. Dan itu bisa dilakukan bersama dengan
kiai. Jika pihak Kristen _menolak_ seperti itu, apa pihak Islam
(yang udah jelas mau kalah) disuruh menghentikan gerakan massa Kristen?

> hanya mampu melakukan apa yang dia lakukan sebagai seorang manusia biasa,
> rohaniawan seperti mendoakan yang sedang bertikai, membuat suatu himbauan,
> dan bersama pemerintah turut berusaha memecahkan hal ada dan hal lain yang
> belum saya tahu. Paling tidak dia tidak memprovokasi umatnya untuk melakukan
> pembalasan dengan pembunuhan kembali.

WAM:
Saya bukan tidak percaya doa. Siapapun yang berdoa, romo atau kiai. Namun,
dalam konteks diskusi kita, doa tok tidak cukup. Anda tidak percaya?
Kenapa orang Kristen tidak berdoa saja sekarang ini? Kenapa mereka demo ke
berbagai dubes untuk minta tentara PBB masuk Maluku? 

Definisi _melakukan pembalasan_ itu apa?
Kalau saya diusir dari rumah saya, kemudian saya merebut rumah saya
kembali, itu pembalasan atau bukan?

Dan bung, lupakah anda bahwa (dalam kasus POso) tempo hari GKST (Gereja
Kristen Sulawesi Tengah?) mengatakan bahwa mereka membalas tindakan
kelompok muslim dalam pertikaian Poso II? Dan ini made public.
Semua orang bisa baca alasan itu di koran. Artinya, omongan anda sungguh
baik dalam teori. Kenyataan di lapangan amat jauh beda.

> Lagi pula jawaban Romo tersebut adalah dia bersedia menyelesaikan peristiwa
> di Ambon. Tentunya dia tak akan mampu menyelesaikan persoalan yang sudah
> begitu kompleks sendirian, tentunya ini membutuhkan suatu kerjasama semua
> pihak baik dari pemerintah aparat, pihak rohaniawan dari agama lain, (Ustad
> untuk Islam, pendeta dari Kristen Protestan) masyarakat lain, termasuk dari
> tuan WAM sendiri.

WAM:
Betul. Romo Magnis tidak akan mampu berbuat apa-apa sendirian. Saya juga
yakin itu. Namun, tetap saja tidak semestinya dia _menghindar_. Kenapa dia
tidak jawab, dia mau, tapi minta bantuan berbagai pihak. Dan seperti saya
bilang di depan, bantuan para kiai juga diperlukan. Saya tidak pernah
menganggap romo Magnis itu Superman yang mampu berbuat apa saja. Yang saya
sesalkan justru karena dia menolak menyumbangkan sesuatu yang pasti
bermanfaat bagi perdamaian di Maluku. 

> Salam hangat Pak WAM saya tidak membenci anda, saya hanya mencoba bertukar
> pikiran dengan hati yang jernih.

WAM:
Terima kasih. Saya pun demikian. Saya tidak membenci siapa-siapa. Saya
hanya membenci orang yang melakukan kekerasan, dan tidak mau menghentikan
kekerasan itu. Terima kasih.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke