--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>
> kuganti GD jadi Megawati, Megawati jadi Amien Rais/GD. Taufik Kiemas jadi
> FB/RM. Kalau
> berandai-andai semua kemungkinan bisa terjadi, trus dimana point-nya ?
> =========================================
> 
> Point saya adalah siapa saja yang kita pilih, GD atau Mega atau Amin atau
> siapapun harus dipantau terus. Kalau performance-nya mencong ya di luruskan.
> Kalau tidak bisa diluruskan karena terlalu memble , atau ternyata
> sama-sekali tidak memberikan harapan lagi,( dengan penilaian 700 orang wakil
> rakyat hasil pemilu), ya jangan sayang. Dibuang saja. Kemudian diganti.
> Tidak ada yang namanya setia-setia kepada kesepakatan awal . Kesetiaan yang
> konyol itu , menurut istilah sekarang adalah memberikan cek kosong pada
> seorang presiden. Maka dari itu, diperlukanlah  interpelasi, hak angket,
> sidang tahunan, pers bebas ........dll.kebiasaan demokrasi modern.
>  semuanya tidak ada dalam kerajaan Majapahit).

Ooo itu maksudnya, kalau gitu ya jangan salahkan manusia yang kepilih jadi presiden. 
Salahkan saja
konstitusinya. Selama ini apa sih ukuran 'mencong', 'memble', dan 'tidak memberikan 
harapan' itu ?
Kalau point anda begitu, harusnya anda usul agar konstitusi diubah dengan kriteria 
mencong sama
memble yang jelas. Kalau tidak memenuhi kriteria mencong dan  memble dalam konstitusi 
ya dibuang
saja. Itu artinya kita menyadari diri kita sebagai manusia dan taat pada aturan yang 
disepakati
bersama. Tapi selama ini khan enggak jelas. Hanya karena orang tidak senang saja, 
terus bilang dia
mencong dan memble, dan tidak memberi harapan, kemudian harus diganti dan dibuang. 
Aturannya
darimana ini? Saya bisa saja bilang bahwa anda ingin menerapkan kriteria anda sendiri, 
jadinya ya
ngawur serta memaksakan kehendak. Kalau diterus-teruskan ya seperti MPR sekarang 
ini.Penuh akrobat
dan dagang sapi. Kalau buntu dicari-cari pasal-pasal atau ayat-ayat yang pas dengan 
konstitusi dan
uu turunannya, kalau masih buntu dan enggak ada yang pas dicoba dibikinkan tap baru 
yang
dipas-paskan, tuh lihat sepak terjang 3 fraksi (PPP,PBB, PAN+PK). Bila anda bilang 
setia, harusnya
kita setia pada konstitusi bukan setia pada orangnya. Makanya sekarang MPR banyak yang
nguthak-athik konstitusi biar nanti bisa disetel mencong dan memblenya.

> 
> Sekarang ganti saya yang  tanya pada anda , apa point anda dengan
> ganti-ganti nama itu. Sekedar tersinggung sang pujaan di ledek  sehingga
> bisa kelihatan seperti manusia biasa ?

Point saya mas, kalau berandai-andai itu semuanya bisa jadi. Kalau AR jadi presiden 
dia punya
potensi jadi ditaktor. Kalau Megawati jadi presiden dia bisa jadi ratu. Itu semuanya 
seandainya.
Dan adanya cuma dalam pikiran. Atau jangan-jangan anda sedang takut dengan bayangan 
anda sendiri ?
Saya tidak tersinggung, apakah GD, Dewi Piningit, Sri Sultan anda ledek, anda 
lecehkan, toh semua
itu enggak berpengaruh buat saya. Saya khan tuan daripada diri saya sendiri.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Mail � Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke