From: Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>
Ooo itu maksudnya, kalau gitu ya jangan salahkan manusia yang kepilih jadi
presiden. Salahkan saja konstitusinya. Selama ini apa sih ukuran 'mencong',
'memble', dan 'tidak memberikan harapan' itu ?
Kalau point anda begitu, harusnya anda usul agar konstitusi diubah dengan
kriteria mencong sama memble yang jelas. Kalau tidak memenuhi kriteria
mencong dan memble dalam konstitusi ya dibuang
saja.........del..
================================================
AH:
Kurang tepat kalau anda mengira belum ada kriteria yang bisa mengukur memble
dan mencong itu. Yang pertama adalah GBHN. Yang kedua adalah akal sehat.
Alat Ukur yang kedua itu memang bisa subyektif. Tapi yang pertama pun mesti
diukur oleh akal sehat yang subyektif itu . Masalahnya, akal sehat siapa
yang dipakai ? Bukan punya saya bukan punya anda. Tapi pada System.
Dalam hal ini System adalah 700 manusia wakil rakyat hasil pemilu dalam
sidang MPR. System secara berkala diperbarui dan diedit dari pemilu lima
tahunan. Pemilu mesti bagus dan lebih bagus.
From: Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>
Point saya mas, kalau berandai-andai itu semuanya bisa jadi. Kalau AR jadi
presiden dia punya potensi jadi ditaktor. Kalau Megawati jadi presiden dia
bisa jadi ratu. Itu semuanya seandainya. Dan adanya cuma dalam pikiran.
Atau jangan-jangan anda sedang takut dengan bayangan anda sendiri ?
Saya tidak tersinggung, apakah GD, Dewi Piningit, Sri Sultan anda ledek,
anda lecehkan, toh semua itu enggak berpengaruh buat saya.
Saya khan tuan daripada diri saya sendiri.
================================================
AH:
OOO.., gitu tho! Tidak banyak yang seperti anda. Bahasa Inggrisnya : Public
Servant. Bahasa Indonesianya : Kacung Masyarakat. GD, Megawati ,
Amin, dll. harus kita dudukkan sebagai kacung kita semua. Kalau duit kita
dibuat bancaan seperti kasus Bulogate, kacung itu segera kita marahi .
Kalau suami kacung kita mau sok pangeran, ( umpamanya Taufik Kemas
kalau Megawati presiden) ,rame-rame akan kita jitak. Kalau Nggak mau
Repot-repot , kita PHK mereka tanpa pesangon! Kalau mental kita mental
kuli, menganggap pejabat sebagai junjungan kita.....
Menganggap mereka sebagai "Ibu Kita"......., bakal payah terus negeri ini!
Wassalam
Abdullah Hasan.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!