On Wed, 16 Aug 2000, Daniel H.T. wrote:

> Salah satu sifat org yg getleman adalah dng sportif bersedia mengaku salah.
> Saya tdk ingin memberi penilaian secara khusus. Tetapi menilik dari posting
> yg mula2 Bung WAM kirimkan ke milis ini, jika Bung WAM mau memakai logika yg
> sederhana saja, maka tak mungkinlah cerita kapal selam berjendela dan kmd
> jendelanya itu dibuka di dlm air, sampai kemasukan air, memang merupakan

WAM:
Bung Daniel,
Saya sengaja nggak mau meladeni orang-orang gendeng di milis ini yang cuma
meributkan soal _jendela_ kapal selam. Kenapa? Saya ambil posting itu dari
milis lain. Yang jelas, penulis aslinya pasti bukan orang yang tahu
istilah teknis kapal selam. Itu sebabnya dia tidak tahu bahwa pintu (atau
bisa juga dibilang jendela) kapal selam itu namanya _access hatch_.

Adakah yang tahu di milis ini, apa istilah _dinding_ untuk kapal/ kapal
selam? Bahkan calon doktorpun (saya yakin) nggak akan tahu istilahnya.
Apakah itu berarti juga calon doktor ini pelawak? Hanya karena dia nggak
tahu istilah yang tepat untuk _dinding_ di kapal selam? 

Kalau cuma soal _jendela kapal selam_ yan dianggap lucu, apa
lucunya? Buat saya, yang disebut _jendela kapal selam_ itu adalah istilah
awam untuk _access hatch_. Lucukah itu? Bandingkan dengan orang yang
menyebut _propeller_ pesawat dengan sebutan _baling-baling_. Lucukah
sebutan itu? Tidak. Lucu juga kah orang Jawa timur yang menyebut mobil itu
dengan istilah _prahoto_? 

Lucu juga kah yang menyebut _pit_ untuk sepeda, _sepeda_ untuk motor, dan
_montor_ untuk mobil?

Yang saya heran, ada kandidat doktor yang terbawa-bawa kegendengannya
dengan mempersoalkan istilah _jendela kapal selam_. Rupanya dia pun nggak
paham kalau _access hatch_ itu bagi orang awam ya sama saja dengan
_jendela_ atau _pintu_. Di mana letak kelucuannya?

> cerita yg sangat tdk masuk akal. Pengarang cerita dongeng pun akan
> beberapakali kalau mau membuat cerita yg demikian konyol. Jadi, sebenarnya
> begitu membaca berita tadi (apabila benar2 Bung WAM mengutipnya dari sebuah
> sumber -- kalau bisa tolong kasih tahu dari mana) WAM sdh mesti bisa
> berkesimpulan bhw ini cerita yg terlalu dibuat-buat. Tdk mungkin terjadi.
> Jadi jelas bohong. Wong, cerita yg begitu nggak masuk akal kok masih pake
> ragu2 lagi?

WAM:
Saya sudah sebutkan, karena saya tidak percaya begitu saja, saya lempar ke
milis ini. Dan saya sudah sebut dengan jelas, bahwa saya kurang yakin. Itu
adalah eufemisme dari _tidak percaya_. Kalau saya percaya, buat apa saya
kasih note?

Posting itu bohong? Kayaknya begitu. Dan saya sudah tuntut di milis di
mana saya dapat posting itu, agar penulis posting itu ditanyai, apa
maksudnya mengirim posting _stupid_ itu?

Tidak perlu anda suruh pun saya sudah mengatakan, di milis itu, bahwa ada
pembohong yang berusaha membuat banyak orang _look stupid_ dengan posting
itu.

Sayangnya, di milis ini ada beberapa orang yang mempertontonkan
ketololannya dengan meributkan istilah _jendela kapal selam_. Percuma saja
belajar ke luar negeri kalau beda istilah aja nggak tahu. Saya nggak
yakin, apakah mereka (seumur hidupnya) pernah menyebut _baling-baling_
pesawat itu dengan sebutan _propeller_.




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke