From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
Sebenarnya substansi yg dimasalahkan di sini bukan pada
istilahnya. Tetapi,
kok bisa2-nya kapal selam ada "jendela" yg dibuka oleh awak kapal
selam itu
sewaktu kapalnya berada di bawah permukaan laut.
=============

Apakah substansi thread itu akan menjadi menarik ditanggapi kalau
pertama
kali misal dilempar oleh Om mBien, Om Jan, mBah Soel, Mas Daniel,
dsb? Saya pikir tidak. Jadi, mengapa diskusi hingga pledoinya
menjadi berkembang menarik?
��

*************

FZ :

Jelas tak akan menjadi begini ramai (dan penuh deraian tawa). Mbien dan
Soel, memang terkenal dengan posting yang suka memancing tawa. Jan sedikit
serius, namun suka tergoda untuk menambah bobot canda. daniel, yang kerjanya
mengomentari berita, juga masih sensitif dia punya saraf humor. Tetapi beda
dengan WAM, yang begitu mengetengahkan intelektualitasnya, amat demokratis
(katanya), dan pembela mati-matian beberapa yang sebenarnya berlawanan
dengan mainstream (apa yang dia mau, dan pilih, akan dia pertahankan).

Tiap posting WAM selalu menjadi perhatian banyak orang, karena segenap sikap
dasar yang melatarbelakanginya tadi. Materi posting tersebut pasti cukup
mengundang diskusi, karena memang cukup lumayan bobotnya. Sampai muncul
posting 'kapal silem berjendela' itu.

Ibarat pemain bola, yang mengharapkan Kurniawan mengirim tendangan geledek,
maka semua pihak benar-benar menahan nafas (dan menyembunyikan kemaluan
segala), yang muncul adalah sebuah hal yang berbeda 180 derajad. Kurniawan
yang diharap, Timbul yang muncul. Maka semua pun, yang dapat saya pastikan
memiliki selera humor tinggi untuk masuk di arena ini, jebol lah.....

Ternyata WAM masih seorang manusia, bukan yang pernah saya baca pada posting
seorang rekan, yang menyebut WAM adalah mesin-penjawab-e-mail. Buktinya ia
begitu pintar melempar joke segar, dan membuat semua orang terhibur. Bahkan
ketika ia mencoba membuka sejumlah referensi mengenai KAPAL SELAM, para
penonton masih melihat yang bersangkutan sedang membuat lawakan babak II.

Penonton semakin tak terkendali, sehingga tiap kali WAM nongol, yang
terlihat lebih ke sosok seorang Timbul daripada seorang intelektual. Kita
kembali sadar, bahwa WAM bukan 'mesin penjawab e-mail'.

Bersyukurlah...


______________________________________________
FREE Personalized Email at Mail.com
Sign up at http://www.mail.com/?sr=signup


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke