Setiap kali mbaca e-mailnya wak Hasan, saya bingung, sebab banyak sekali sayapnya,
serta kayak kue
lapis. Perlu penafsir tersendiri. Perlu mengerutkan kening. Perlu mencari makna yang
tersirat dari
yang tersurat. Hal ini mengingatkan kejadian waktu saya mencoba mencari makna-makna
tersembunyi
dari tulisan-tulisan sastra jawa. Kayak posting ini, barangkali ini posting 'pasemon'
atau
sindiran pada 'Jawa'. Meski sastra sindiran bukan monopoli jawa, namun mengingat
lamanya 'Jawa'
menjajah Indonesia, maka saya berkeyakinan bahwa wak Hasan menggunakan cara/kerangka
berpikir Jawa
dalam menuangkan isi pikirannya, seperti posting di bawah ini. Sayang menyindir
'Jawa', tapi masih
menggunakan cara pikir 'Jawa'.
--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Jakarta Agustus 2001. Usulan paksaan sholat dan puasa lewat pasal 29 sudah
> satu tahun. Orang sudah hampir lupa , kecuali milis Kuli Tinta. Rekor thread
> amandemen & kapal silem tidak bisa berhenti walaupun sudah lewat empat juta
> posting. Berkat semangat kelompok yang kuat dan fanatik keroyokan yang tidak
> mengenal malu, dan berkat stamina WAM yang mengagumkan. Mirip betul dengan
> cerita silat Cina.
>
> Maka Isu amandemen baru pasal 29 menggegerkan dunia kang-ouw. Etnis Jawa
> yang mayoritas minta tambahan tujuh kata untuk pasal itu : "mewajibkan
> memakai blangkon pada semua suku Jawa". ( note: blangkon, kopiah ikat
> kepala khas Jawa).
>
> Suku Jawa adalah mayoritas penduduk negeri. Tapi bagi para pemerhati,
> keadaan suku dan segenap budaya-nya amat memprihatinkan. Apalagi dengan jauh
> dari keadilan, gagalnya tiga presiden dihubung-hubungkan dengan kejawaan
> mereka. Muncullah tuduhan jahat tentang ke-Kadaluarsaan Kebudayaan Jawa. Lho
> !? Tidak adil, tho!?. Belum lagi lunturnya budaya orang Jawa, seperti malas
> menggunakan bahasa Jawa, memakai nama asing seperti Abdurrachman atau
> Abdullah , dll. Miskinnya apresiasi kepada wayang, ruwatan, dsb.
>
> Maka dalam usaha step-by-step membangun kembali semangat dan keluhuran
> budaya nenek moyang, maka sekelompok elit politik Jawa dengan cara
> konstitusinal berniat mengusulkan amandemen pasal 29. Dalam pertimbangannya
> tidak lupa mereka memperhitungkan akibat ekonomi dari usulan dengan teliti.
> Seratus juta blangkon bakal di produksi ( paten pun telah didaftarkan oleh
> kader cerdas PDIP. Taufik Kemas ? ). Kalau sebuahnya di patok seharga 20.000
> rupiah, tinggal mengalikan saja. Kalau sebuah blangkon cuma bertahan enam
> bulan, bayangkan siklus ekonomi dalam negeri ! Mungkin kita bisa bicara :
> "Good Bye, IMF !".
>
> Seperti telah diduga semula, belum-belum NTT minta merdeka. Langganan...,
> kata seseorang. Apa hubungannya dengan kepala orang NTT ? . "Tidak bisa
> diterima!" kata pak Kromo ketus," ini urusan intern orang Jawa, yang lain
> lebih baik bungkam saja!". " Kenapa cemburu dengan soal budaya lain suku ?"
> . " Apa mereka tidak paham soal ruang-publik?" balas mister Ballunk Krinjk,
> " Kalau naik oplet jangan merokok dan mengeluarkan anggota badan !". " UUD
> kok mau di campur-campur blangkon?"
>
> Sebetulnya kalau orang NTT atau orang-orang yang sudah kadung nek pada orang
> Jawa mau tenang sedikit. Mau bijaksana, amandemen yang diusulkan bakal sulit
> lolos. Bayangkan saja, usulan memakai blangkon oleh para fanatik Jawa agak
> kebablasan. Kaum wanita dan anak-anak tidak luput dari sasaran kewajiban
> memakai blangkon itu ! Bayangkan reaksi mantan Menteri Sosial Mien Sugandhi:
> " Dug-dag-dug...geludug..." ..., Permadi pun bisa mencelat kehabisan oksigen
> ...! Pasti gagal. Tapi rasa sebel melihat Jilbab..., eh salah !, sebel
> melihat Jowo kok bisa mengalahkan kesabaran dan kebeningan dan
> persaudaran... Mestinya soal Suharto Jowo adalah soal yang tidak ada
> urusannya dengan itu semua.. Orang Jawa seharusnya dibiarkan untuk berantem
> sendiri. Sadis , tapi adil. Ya, tho!? Ya, tho!?
>
> Tapi amandemen Jowo tersebut bakal lewat. Amandemen tersebut, seperti
> amandemen tahun yang lalu, cuma memperkaya democratic-excercises para
> anggota perwakilan kita.......
>
> Wassalam
> Abdullah Hasan.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!