Aku ikut nyumbang pengalaman ya mBah.

Aku punya teman di komplex apartmen yang sama pada saat itu.
Teman itu adalah orang Arab yang memiliki istri dua orang dan
tinggal di satu apartmen. Istri yang satu ketat dengan pakaian
adatnya, sedang istri yang satunya memakai Jean dan Kaos yang
bahkan kadang-kadang agak mloho....


----- Original Message -----
From: mbah soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 18, 2000 7:29 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] PAKAIAN.... [Mengapa Wanita?]


posting mas agus untuk bung Slax ini menarik.
mengingatkan-ku pada kehidupan orang kursus bahasa
jepang di Tokyo 4 tahun yl. (Sekolah Bahasa Jepang
untuk Persahabatan International, almamaternya menteri
Ginanjar)
kebetulan aku berada di sana selama 6 bulan. aku kenal
dengan 2 cewek cakep sekali, berambut agak pirang, tetapi
berparas padang pasir. aku sempat mikir pasti ini cewek
spanyol, karena berpakaian cukup seronok, sebut saja namanya
Sarah dan Diba.
namun terkejut aku, ketika acara perpisahan musim panas,
kedua cewek itu tampil pada acara pengenalan budaya,
memakai pakaian hitam brukut seperti wanita Iran. dan
memang mereka dari negeri Islam itu.
sampai di bawah panggung, temanku ada yang tanya,
"bukankah di Iran pakaian tadi yang selalu dipakai
wanita-2 nya di muka umum?"
kaget, karena jawaban yang muncul dari mbak Sarah-Diba
adalah "Di sini kan bukan Iran? lagi pula kami tidak tahan
dengan keadaan yang serba gerah begini, maka kami
memakai pakaian yang kira-kira dapat diterima oleh
masyarakat sini. Kalau kami menghadap ke Embassy,
memang memakai pakaian seperti tadi, namun sudah
disesuaikan dengan pakaian umum di Jepang, yi.
tanpa CADAR"

berikutnya, isteriku punya sahabat 3 wanita, 2 Bangladesh
dan seorang India. Setiap ketemu selalu saja ketiga
wanita itu mengenakan tanda di dahinya. isteriku penasaran
dan bertanya apa maksudnya. Jawabannya, tanda itu
adalah pengenal bahwa wanita-2 telah bersuami. dan cerita
salah satu temannya, tanda itu tidak ada bila malam harinya
mereka bercengkerama dengan suaminya (lho?).

juga mungkin benar apa yang dimaksud mas agus. bahwa
aturan pada raga, itu lebih tidak memihak wanita. buktinya,
kaum wanita dianjurkan berjilbab, sementara kaum laki-2
nya enak saja memakai pakaian ala barat dengan Jean
dan baju "lunthung". bahkan ketika shlat jum'at pun,
celana jean itu dilunthung hingga sebatas betis.....

salam,

soeL
-------



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke