Pak Mashuri, Saya termasuk yang gembira dengan maraknya bisnis informasi termasuk internet saat ini, sehingga saya dapat merasakan semakin bebas dan gampangnya untuk mendapatkan informasi, bahkan transaksi bisnispun sekarang kita bisa lebih mudah dengan menggunakan internet. Tetapi yang membuat saya belum mengerti adalah bahwa membatasi investor dibidang jasa informasi (multimedia) berarti membatasi kebebasan informasi. Bukankah dengan investor domestik pun arus informasi masih tetap bebas? yang dibatasi arus informasinya atau investornya? dan bukankah peraturan ini justru memberi peluang yang bagus bagi para pemilik modal domestik? Mohon pencerahannya. Salam, SKT ------Original Message------ From: "M.Mashuri Alif" <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: August 23, 2000 6:14:51 PM GMT Subject: [Kuli Tinta] bungkam pers dan bisnis lewat web Sekilas tentang Keppres 96/2000 oleh: Gita Keppres 96/2000 ini intinya adalah memuat Daftar Negatif Investasi. Nah, salah satu pointnya adalah adanya larangan untuk untuk penanaman modal asing di bidang jasa informasi multimedia. Peraturan yang senada juga dapat ditemui pada surat Dirjen Perdagangan Dalam Negri Depperindag nomer 365/2000, bidang usaha perniagaan melalui elektronik ( e-commerce) juga tertutup bagi investasi asing. Keputusan yang terasa sangat mendadak ini tentu saja di kecam oleh banyak kalangan. Apalagi sebelumnya tidak terlihat adanya tanda-tanda mengenai penutupan terhadap modal asing di sektor multimedia ini. Keppres yang ditanda-tangani oleh Gus Dur tgl 20 juli 2000 sendiri baru tersebar luas di publik pada tgl 4 agustus. Rasanya aneh kalau Gus Dur memberikan persetujuan dengan membubuhkan tanda-tangannya di keppres 96/2000 ini. Bayangkan saja beberapa bulan yang lalu ia sedemikian giatnya bolak-balik melakukan perjalanan ke luar negri untuk menyakinkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menerima serta mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya. Lalu tiba-tiba muncul keppres ini, yang tentu saja menghantam booming internet di Indonesia yang saat ini sedang marak-maraknya terjadi. Sejumlah investor asing dan berbagai pihak yang terkait di dalam industri tehnologi informasi dan multimedia di Indonesia otomatis banyak yang merasa dirugikan dengan adanya keptusan tersebut. Bisa dibilang mereka yang telah awal menginvestasikan modalnya sebelum terhalang oleh keppres ini bisa bernafas lega demikian juga para pemilik modal lokal. Kita semua tentunya sadar bahwa internet adalah sebuah media yang sifat alaminya antara lain adalah global, tidak dapat dicegah, dapat digunakan oleh siapa saja dan mudah diakses dimana-mana. Apalagi internet itu sendiri sebenarnya dapat memberikan arti yang positif karena merupakan gudangnya segala informasi sehingga secara tidak langsung dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Sangat mungkin terjadi bila modal asing dilarang masuk maka kita akan tambah tertinggal lagi jauh kebelakang. Padahal tehnologi informasi itu sendiri sangat cepat perkembangannya dan membutuhkan modal yang besar untuk dapat berkecimpung secara total didalamnya. Dengan keadaan sektor ekonomi yang belum mapan seperti saat ini, sepertinya akan sangat sulit untuk mendapatkan modal sendiri (baca: dalam jumlah yang besar) dari dalam negri. Entah apa pertimbangan yang ada dari pemerintah sehingga dapat tercipta keppres ini. Yah...untuk selanjutnya kita hanya bisa berdoa dan melihat ke depan bagaimana nasib negri ini dengan dikeluarkannya keppres tersebut. Mudah-mudahan ada sesuatu yang berarti (yang sama-sama belum kita ketahui) yang dapat kita harapkan.. . Dari berbagai sumber ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! ----------------------------------------------- FREE! The World's Best Email Address @email.com Reserve your name now at http://www.email.com ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
