On Thu, 24 Aug 2000, mBah Soelojo wrote:

> Mas Wam,
> sekali lagi yang sampeyan ceritakan itu tak lebih dari akibat
> pengkotak-kotakan "ke-agriculture-an". Lha konsepnya sejak
> jaman ngelmu kebun-rakyat hingga mbiotek sekarang ini,
> agriculture itu kan tak lain adalah:
> "usaha manusia memanen energi surya untuk pemenuhan
> sandang, pangan, papan, kenyamanan dan keindahan"
> (akhir-akhir ditambah kelestarian).

WAM:
Pengalaman saya ikutan bicara soal gambut, tiap kali disarankan untuk
dimanfaatkan (diambil sebagai bahan bakar), selalu saja orang pertanian
protes. Bahkan, dalam HGI pun selalu saja terjadi kontradiksi antara orang
pertanian dan non pertanian. Kenapa kedua kubu nggak kerjasama? Sementara
HGI ribut terus, kebakaran gambut toh selalu berulang tiap tahun.
 
> selama mereka nggak di-kurungi dalam satu kurungan besar
> dan kuat, ya begitu itu. saling nyangap dan mingkem ganti-
> gantian.....

WAM:
Konteksnya kan tetap, mbah. Gimana mencegah berulangnya kebakaran (spontan
maupun buatan) gambut. Lha wong tiap tahun jelas mesti ada kebakaran, kok
ya padu tok.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke