-----Original Message-----
From: Ra Penak [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>From: Slax Rakumanan <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Tapi gimana mau nurunin Mega sama AR? GD yang kerjanya nggak
kunjung
>bener aja cuma diminta berbesar hati untuk turun kok.
Hebatnya GD,
>Soekarno nggak bener Soekarno diomongin, Soeharto nggak bener
Soeharto
>diomongin, GD nggak bener AR yang dimaki-maki...he..he....GD
dilawan...!
>
>
Menggunakan analogi Soekarno, Soeharto, yang salah maka dia
pula yang
diomongin, sementara kalau GD yang salah (mengapa) AR yang
diomongin, memang
bisa sampai ke kesimpulan 'GD, kok dilawan'. Tetapi coba
gunakan kalimat ini
'AR yang salah, maka AR yang diomongin', maka masih ada
jelujur merah mulai
Soekarno, Soeharto, hingga ke AR. Jadi, kenapa AR diomongin,
karena memang
AR 'sedang' salah.
Justru itu. Kesannya kan sekarang sepertinya keadaan negara yang nggak
baik2x ini karena AR nyap2x terus, omongannya nggak bisa dipegang, dlsb.
Juga DPR yang nggangguin pemerintah terus...
Padahal presidennya GD lho.... sekedar look back sedikit, waktu hbb jadi
presiden, itu setiap hari juga dia digangguin, tapi kok ya cuek and
jalan terus. Saya paling nggak setuju hbb jadi presiden lagi karena
nggak mungkin bisa obyektif thd kelompoknya. Tapi GD apa membawa lebih
banyak kebaikan...?
AR salah ya mungkin memang lagi salah... tapi apa sih dampak omongan
dia...? GD jadi nggak bisa kerja? Lucu...!