Marilah kita simak pernyataan wakil rakyat Alvin Lie yang menganalogikan pemilihan
presiden dengan mencegat taksi dan etika supirnya mengemudi ugal-ugalan maka ada dua
pilhan yang tersedia yaitu: 1 mengganti supir taksi; 2 mencari taksi lain.
Analogi itu sungguh tidak logis. Kita tidak mungkin mengganti supir taksi ditengah
jalan kecuali kita membunuhnya dan menggantikannya. Mencari taksi lain artinya kita
pindah ke negara lain bila taksi itu diibaratkan negara.
Haruskan kita mempertaruhkan bangsa dan negara ini dipermainkan oleh wakil rakyat
semacam ini?
Pak MM benar, pers memuat ucapan dia akan memancing reaksi pejabat atau public figure
yang lain dimana itu akan menjadi santapan berikutnya. Maka "the bad news is there is
no news" Banyak lho Pak MM yang memetik keuntungan termasuk penjaja koran di traffic
light.
��
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!