Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah keluarga rumput. Dia dikenal sebagai gulma yang menjengkelkan, terutama di lingkungan tropis, walaupun keluarga dekat dengan padi, jagung dan lebih dekat lagi mungkin dengan tebu. Para ahli agronomy menjulukinya "The extraordinary weed" (gulma luar biasa) maksudnya luar biasa bandelnya. Sulit diberantas. Apalagi di lahan terbuka yang cenderung kering, tetapi cukup lembab tanahnya (lembab untuk ukuran rerumputan). Mahasiswa-2 pertanian tentu hapal benar dengan sifat dan tingkah laku si gulma-keparat ini. Betapa mereka kewalahan harus menyianginya saban hari di kebun-2 jagung atau lahan-2 percobaan dan penelitian mereka. Tapi, apakah mereka faham dengan sifat-2 itu selain menghafalnya? Marilah kita angkat alang-alang keparat itu menjadi suatu "pesan" ilahi. Kita lihat bentuk daunnya yang kaku bahkan tajam dengan kristal-2 silikatnya. Juga sudut letak daunnya yang lancip. Menandakan bahwa rumput itu sangat akrab dengan suasana kering dan keterbukaan serta keterlantaran lahan-lahan nganggur. Ujung daun yang ungu semakin ungu bila tanahnya kahat akan fosfor. Suatu tanda yang sangat gratis dari "sononya" akan kemiskinan hara. Juga bunga-bunga (sebenarnya bulir-2 buah) yang seperti kapas, ringan dan mudah diterbangkan angin. Suasana kering dan angin akrab dengan penangkarannya. Beberapa ahli menyatakan musuh alang-alang ini salah satunya adalah tumbuhan putri malu (Mimosa pudica). Tanaman kekacangan liar berduri yang cepat sekali tumbuh menyebar. Orang menteorikan bila ingin membasmi alang-alang, maka si putri malu inilah musuh alaminya. Tetapi coba perhatikan, si putri malu ini. Dia berduri, cepat menyebar, bijinya lengket dan ringan. Lagi-lagi suatu jenis tumbuhan akrab dengan suasana kering. Jadi bila itu dilakukan, maka membasmi gulma memperoleh gulma lain yang lebih ganas! Sementara bila kita perhatikan sifat si alang-alang yang suka kering, berarti dia sangat cinta dengan sinar matahari. Apalagi sifat metabolismenya yang C-4. Maka cara membunuhnya adalah dengan memanjakannya. Seorang guru-ku menyatakan pembasmi alang-alang adalah dengan "kesuburan tanah" dan Singkong. Lho? Iya, katanya. Coba saja gali lubang sekedarnya, isi dengan tanah humus yang subur, kemudian tanamlah stek-2 singkong yang rapat. Niscaya, singkong akan tumbuh subur menaungi sang alang-alang..... maka matilah dia. Belum lagi, lahan yang menghijau akan mengundang tangan-tangan petani atau pencinta tanah untuk mengolah, membolak-baliknya sembari panen akar rimpang alang-alang yang berkhasiat penawar beberapa penyakit dalam, alang-alang akan semakin kehilangan kesempatan untuk hidup. Apakah demikian juga cara mengatasi kemungkaran yang sering kita dengar? Kemungkaran dihilangkan dengan cara mungkar, apakah terselesaikan? Cukupkah membasmi kemaksiatan dengan berbuat yang mengesampingkan sifat kasih? Membasmi tikus apakah cukup dengan mengobrak-abrik sarangnya? Fukuoka Kitaro ---------------------- MOSOK NDHAK MAMPU? ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com

Kirim email ke