----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
Apakah demikian juga cara mengatasi kemungkaran
yang sering kita dengar? Kemungkaran dihilangkan
dengan cara mungkar, apakah terselesaikan?
Cukupkah membasmi kemaksiatan dengan berbuat
yang mengesampingkan sifat kasih? Membasmi tikus
apakah cukup dengan mengobrak-abrik sarangnya?
Fukuoka Kitaro
----------------------
Kitaro San,
Ulasan menarik mengenai politik dan manusia melalui analogi fenomena alam yang
diulandasi oleh argumentasi ilmiah.
Sayang sekali bahwa pelajaran yang sangat sederhana dari alam dan didepan mata sering
lewat begitu saja. Padahal, demikian banyak pelajaran itu kalau kita memiliki niat
untuk menjalani hidup sebagai manusia yang manusiawi.
Jawaban untuk dua pertanyaan Kitaro San adalah negatif. Kasih berarti pengendalian
diri dan kehendak untuk mau memahami sesama manusia secara manusiawi. Tikus-tikus itu
muncul bukan tanpa sebab. Kitaro Sanboleh mencoba lihat fenomena di pertigaan
Baranangsiang yang mau menuju ke gerbang Tol kalau sore hari. Itu baru muncul sejak
tahun 2000. Sebelumnya tidak ada.
salam
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
- [Kuli Tinta] Alang-alang Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] Alang-alang My Populis
- RE: [Kuli Tinta] Alang-alang 裼
- RE: [Kuli Tinta] Alang-alang Idb
- Re: [Kuli Tinta] Alang-alang Fukuoka Kitaro
