Gombloh (alm) : Tahi kucing rasa coklat

Pemusik dekil, namun menghasilkan karya-karya
monumental, antara lain 'Kebyar-kebyar', yang selalu
diperdengarkan di setiap acara untuk membawa ke
suasana nasionalisme, antara lain dengan penggal
syairnya 'Indonesia merah darahku, putih tulangku'
itu, pernah juga membuat lagu, yang di salah satu bait
syairnya berbunyi 'kalau cinta sudah melekat, tahi
kucing rasa coklat'. Ini untuk menggambarkan,
bagaimana perasaan cinta mampu menyita semua kebencian
seseorang, dan menggantinya dengan apa saja, demi
untuk mempertahankan citra cintanya.

Seandainya Gombloh masih hidup, saya ingin sekali usul
kepadanya, untuk membuat lagu lain, yang memberikan
gambaran sebaliknya, seperti yang dicontohkan oleh
para elit, dan banyak dikutip oleh media masa, yang
'apa pun Gus Dur lakukan, tak ada yang benar'. Boleh
jadi syair yang ditulis bisa saja berbunyi 'kalau
benci sudah terendam di hati, meski bistik yang
tersaji, tak lebih setumpuk tahi'. Entah, dengan irama
apa nanti Gombloh melakukannya. Sayang, Gombloh sudah
tiada.

Elit-elit politik, yang berada di seberang Gus Dur,
memang tak peka terhadap persoalan bangsa. Ada-ada
saja komentarnya tiap hari yang keluar dari mulutnya,
dan tak satupun yang mampu menimbulkan apresiasi
kepada pemulihan kondisi bangsa yang sudah sangat
terpuruk tersebut. Ibarat main tinju, Gus Dur kebagian
ditonjok terus.

Terakhir adalah komentar atas keputusan Gus Dur untuk
meminta agar Ryaas menunda keinginannya untuk cabut
dari kabinet, untuk menunggu kedatangan Wapres yang
sedang berumrah. Gus Dur ingin menunjukkan, bahwa
antara Presiden dan Wakilnya adalah benar-benar
dwi-tunggal, selepas lebih 30 tahun lalu di mana
Wapres cuma ban serap.

Sebenarnya, keinginan untuk memberikan peran yang
cukup kepada Wapres sudah banyak yang membicarakannya.
Dan salah besar buat Akbar Tanjung, yang memposisikan
Wapres sekedar 'pembantu presiden', yang tak ada
bedanya dengan kedudukan menteri. Wapres adalah
kedudukan yang memiliki dasar-dasar konstitusional,
yang ditunjukkan dengan adanya proses pemilihannya di
MPR.

Mengapa posisi wapres saat ini harus benar-benar
diberdayakan?

Beberapa pernyataan Gus Dur, sejak sebelum pemilu
terakhir, menunjukkan dukungannya yang kuat dan
konsisten, bahwa yang Megawati pantas menjadi
presiden. Itu diutarakan jauh-jauh hari, bahkan
sebelum hasil pemilu yang menjungkirbalikkan keadaan
sebelumnya, PDI-Perjuangan menang besar mengalahkan
Golkar yang sepanjang lebih 6 pemilu menguasai arena.

Lebih-lebih setelah pemilu berlangsung, di mana jelas
PDI-Perjuangan mampu merebut posisi pertama, sebagai
partai dengan pemilih terbanyak. Gus Dur pun masih
dengan konsisten masih mendukung Megawati sebagai
presiden, karena partainya menang.

Namun ketika MPR membuiat keputusan lain, memilih dan
mengangkat Gus Dur sebagai presiden, hanya karena
begitu takutnya komponen-komponen orde sebelumnya akan
bangkitnya sebuah kekuatan pembalik yang sebelumnya
sangat dinistakan oleh rejim sebelumnya, maka Megawati
pun terganjal untuk memperoleh penghargaan politiknya
sebagai presiden.

Toh begitu, lagi-lagi, Gus Dur konsisten. Ia tetap
meminta Megawati untuk mendampinginya, yang dapat kita
anggap sebagai 'magang' menjadi presiden mendatang.

Kiranya wajar, jika dalam posisi 'magang' seperti itu
Gus Dur lalu memberikan cukup banyak kesempatan kepada
wapres untuk terlibat, meski tak semuanya. Saya
melihatnya sebagai sebuah kewajaran. Sebagai seorang
yang 'magang', sesekali memang harus tidak dalam
posisi menggantikan peran yang dimaganginya, meski ia
ingin sekali melakukannya. Tetapi berbeda dengan
kelompok politik yang berada di seberang. Tuduhannya
adalah 'Gus Dur bersembunyi di balik Mega'. Sayangnya
pula, komentar ini muncul dari anggota Geng Koboi,
yang separtai dengan Megawati, yang semakin
mengentalkan kontroversi. Kenapa elit ini nggak 'cuci
kaki terus bobo' saja, ya?

=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Photos - Share your holiday photos online!
http://photos.yahoo.com/

................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke