saya setuju dengan bung MYP
____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.

My religion is very simple,
my religion is kindness
-- Dalai Lama
----- Original Message -----
From: My Populis <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, January 11, 2001 11:27 malam
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [indonesia_damai] forum fora hahaha


> Tambahan : DEMOKRASI TIDAK MELARANG
>                      PENGERAHAN MASA.
>
> Dua hal dalam politik modern kita belakangan ini
> dalam melihat prespektif mahasiswa dan perubahan.
> Orde baru sudah terlalu kelewat besar melakukan
> (membemperkan) mahasiswa sebagai agen perubahan.
> Dulu ketika peristiwa penumbangan Sukarno mahasiswa
> juga yang digambarkan sebagai agen perubahan.
> Tetapi beberapa analis ASING menganalisa lebih luas
> lagi bahwa yang terlibat dibelakangnya adalah Militer.
> Ketika mahasiswa tidak mengerti Politik (tidak mau
> berorganisasi) dan melakukan rekonsiliasi dalam bentuk
> DEWAN. Akibatnya satu-satunya alat legitimasi kekuasan
> mahasiswa diambil mendekati akhir tahun 1980-an dimana
> DEWAN MAHASIWA dicabut dan mahasiswa di NKK/BKK-kan. Mahasiswa prustasi,
> satu-satu cara rekonsiliasi mahasiswa adalah dengan cara kembali membentuk
> organisasi pemersatu dalam bentuk DEWAN MAHASISWA kembali dengan tetap
> menghidupkan perbedaan organisasi ekstra mahasiswa lainnya.
> Selama rakyat
> entah mahasiswa, Petani, Profesional, Buruh tidak merasa
> terwadahi di DEWAN yang ada sekarang mengapa tidak
> kita bentuk DEWAN YANG BARU SAJA?
> DEWAN YANG BARU YANG SAMA-SAMA LAHIR DARI
> REKONSILIASI KEPENTINGAN RAKYAT BAWAH.
> Tidak seperti Bentuk-bentuk Rekonsiliasi yang dari
> atas (Elit Politik) yang mengakibatkan Bentokan Horisontal? Dan inilah
> satu-satunya jawaban Jika Elit kita
> di DPR dan eksekutif tidak ingin berbentrokan terus-menerus. Solusi
kongrit
> dari kerja DPR adalah REKONSILIASI organisasi Kemasyarakatan atau
organisasi
> rakyat sampai tingkat
> desa dan kampung. Salama rakyat hanya dijadikan
> penonton seperti Undang-Undang OTONOMI DAERAH
> selama itu pula Sistem Sosial tidak akan berjalan.
>
> Sekarang setelah belajar dari itu mau tidak mau, mereka
> harus jujur akan terbongkar watak asli mereka dan sifat
> partisipasi (partisan dari alat-alat kepentikan politik) pada
> beberapa kubu yang berkuasa. Sayangnya hal ini banyak
> kalangan sudah serta merta melihatnya sebagai hal yang negatif.
>
> Biarkanlah HMI itu melihat pemerintahan yang berkuasa
> sekarang negatif, tetapi rakyat udah tidak bodoh lagi
> apa sih organisasi HMI itu?
>
> Biarkan Banser atau satgas PDI yang berani dan jujur
> mengatasnamakan NU dan partai untuk memperjuangkan
> aspirasinya, saya pikir sah-sah saja.
>
> Sangat aneh kemudian dijaman sekarang ada gerakan
> tetapi tidak ada nama organisasinya, nah itu yang seharusnya kita sukuri.
> Era Gusdur semua kekuatan boleh tumbuh dan muncul kepermukaan dan memakai
> ruang demokrasi yang terbuka secara fear.
> Sehingga terlihat itu massa dimobilisasi TENTARA, itu
> massa di Mobilisasi PDIP, itu massa di MOBILISASI NU itu masa di
MOBILISASI
> PBB, itu massa di mobilisai
> PAN, itu massa di mobilisasi GOLKAR and Partner. dll.
> Sah tidak ada yang salah dalam mobilisasi massa.
>
> Salah kemudian jika massa digunakan untuk polisioning.
> Hal ini sama dengan Fasisme. Dan jangan sampai NU
> mempergunakan GUSDUR kearah bentuk-bentuk  itu.
> Karena jika Masa sudah mendukung Figur (bukan Organisasi) dan terlibat
> kegiatan polisi dalam keadaan
> damai saya pikir gejala Fasisme dapat juga masuk
> dalam massa Banser NU dan PDIP.
>
> Begitu pula kenapa mahasiswa macam FORKOT, dll juga akan menunjukan
> munculnya gelombang gerakan pemuda
> baru hal ini juga jangan-jangan lalu ditafsirkan negatif biarlah mereka
> tumbuh berkembang dan dimasyarakat selama dia berani menunjukan dan
> mencantumkan nama organisasi dan penanggung jawabnya? Semua elemen
> masyarakat profesional, ataupun tidak buruh dan tani, nelayan kaum miskin
> kota bebas membuat organisasi dan menyatakan pendapat. Dengan begini
marilah
> kita sama-sama tinggalkan lagi statment yang mengatakan bahwa mahasiswa
> adalah AGEN PERUBAHAN adalah bohong
> besar MAHASISWA HARUS BERPOLITIK jika tidak
> mau dipolitisir.
>
> Kalaupun terjadi kles hal itupun menurut saya biasa
> selama tidak juga digambarkan dengan gambaran
> DUKUNG MENDUKUNG dan lebih menitik beratkan
> substansi isi tuntutan.
>
> Misalnya kedatangan BANSER jika datang ke jakarta
> adalah untuk menurunkan/mengevaluasi kerja wakil rakyat
> saya akan dukung 100% tetapi jika BANSER datang hanya
> karena untuk mendukung GUSDUR saya tidak akan mendukung.
>
> Selama kita ikuti permainan dibawah ini aku setuju-setuju
> saja;
>
> 1. Pemerintah diawasi DPR/MPR dan DPR/MPR mempertanggungjawabkan kepada
> Rakyat. Nah
> selama rakyat belum benar kerja wakil rakyat wajar
> rakyat menuntut dan mengadili wakil-wakil mereka
> di DPR. Bukan masalah GUSDUR dan NON GUSDUR
> tetapi amanat itulah poinnya?
>
> Silahkan saya membuka  ketidak setujuan anda semua
> akan bentuk pengerahan masa. Saya merasa terhormat
> bisa berdebat dengan orang-orang yang tidak setuju
> pengerahan masa. Satu-satunya dalam politik ketika
> arus demokrasi yang dimanifestasikan dengan perbedaan
> sudah tidak diakomodir dengan alasan kles/Bentrokan
> itu adalah alasan yang hanya dibuat-buat. Selama tidak
> ada usaha mencerdaskan para partisan/pemilihnya
> saya  sekali lagi mendukung segala bentuk pengerahan massa?
>
> Karena semua sejarah membuktikan bahwa MASSALAH
> yang melakukan PERUBAHAN bukan Elit politik.
> Selama Elit politik dan pemerintah tidak mau menjadi
> Abdi dari MASSA berarti Demokrasi masih terpasung.
> Dan tidak usah takut mahasiswa tidak kuliah karena
> masalah klasik KULIAH, pendidikan yang utama bukan hanya di bangku kuliah
> khok.
> Tetapi dimasyarakat. Apalagi jika mahasiswa itu sadar ia dibiayai oleh
> rakyat? Pedidikan yang sempurna bukan
> ketika duduk di BANGKU KULIAH tetapi di MASYARAKAT.
> HA.. HA... HA...
>
> MYP


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke