Selalu berulang dalam sejarah kemanusiaan. Setiap kali tembok kezaliman
berhasil digedor, seiring dengan lahirnya harapan baru, timbullah
perasaan
lega. Demikianlah, seiring dengan mulusnya keputusan S.I yang telah
ditunggu
masyarakat banyak, timbullah perasaan lega dimana-mana. Sayangnya, TV
swasta
kurang sigap menjangkau momen, dimana tangis haru melanda segenap
penduduk
negeri.
Tentunya ada juga tangis sedih dari sebagian kecil saudara-saudara kita.
Orang-orang kesasar, yang terjerumus yang ditipu atau hidup dalam mimpi
sehingga mendukung rezim zalim awut-awutan pimpinan Gus Dur. Pada
waktunya
nanti , mudah-mudahan mereka dikaruniai nalar padang ( nalar sehat) ,
serta
kemampuan melihat kekeliruannya.. Amin.
Sekedar catatan kecil, kemarin kita melihat tontonan sia-sia yang lahir
dari
beberapa orang yang suka mimpi. Judulnya adalah :
"Rakyat Indonesia! Hadiri dan Banjirilah: A K S I R A K Y A T, R A L L
Y,
dan DEKLARASI KOALISI NASIONAL ANTI ORDE BARU". Gerakan itu terbukti
tidak
lebih dari sebuah Kentut ( maaf ). Dia memang perlu , tapi cuma angin
yang
segera berlalu. Dia mengganggu. Tapi demikianlah kehidupan. Tidak selalu
aman
dari gangguan.
Wassalam,
Abdullah Hasan.
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--