Generasi muda yang dididik dalam pemerintahan Orba sudah
diindoktrinasi bahwa Soekarno adalah Komunis dan menyelewengkan
Pancasila.
He... he... saya tahu persis Pak Hasan bagaimana konsep TNI AD
dalam mengeliminasi paham Soekarno.
Yang pasti, saya sore ini baru saja ditunjukin oleh seseorang
mengenai rancangan gambar Soekarno untuk makam Mgr Soegiyopranoto,
uskup Katolik pertama Indonesia.
Kesan saya, luar biasa Indonesia ini. Lihat pula arsitek Masjid
Istiqal. Sama kagumnya saya ketika mengunjungi kompleks Candi
Prambanan yang menjadi artifak pertemuan Wangsa Sanjaya dan
Syailendra. Sayang, manusia yang kerdil sering sulit untuk
memahami
karunia Alah dan tanda-tanda jaman. Masak sih Ketapang berbeda
dengan Pasuruan?
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, June 01, 2001 9:22 AM
Subject: [Kuli Tinta] BUNG KARNO
Hari ini Kompas 80 halaman, menyambut 100 tahun Bung Karno. Jangan
sampai
dilewatkan untuk meng-koleksi-nya. Saya sudah baca habis tiga
artikel. Amat
menarik . Juga Konon Majalah Tempo edisi Senin depan adalah edisi
khusus 100
th BK.
Saya sering mangkel ( Cak Gigih, tolong di bahasakan), melihat
generasi muda
kita belum beranjak jauh dari orang tuanya. Sebetulnya sedih
sekali. Orang
tuanya , orang tua kita semua, masih hidup di dunia mitos yang
penuh dengan
symbol-symbol. Keadaan seperti itu mudah sekali dimanipulir.
Dengan mudah
mereka digiring untuk nyoblos partai politik lewat gambar Bung
Karno atau
Ka'bah, dsb. Suatu partai berhasil sukses panen suara dari rakyat
kecil yang
naif, meskipun pimpinannya bisu ( itu katanya kawan baik saya ,
Ridwan
namanya ), dan bego ( yang ngomong ini saya tidak tahu).
Anak muda kita belum punya budaya telaten membaca. Mereka mudah
dijajah
oleh budaya pop yang instant. Ketemu group kecengan seperti
Westlife , bisa
semaput-semaput histeris. Membaca selembar dua lembar suatu buku,
tiba-tiba
mengaku mengerti Marxisme, kemudian masuk PRD , kemudian merusak
bumi lewat
Forkot. Cinta Bung Karno pun cuma karena sebab genetis : turunan
orang tua.
Lewat artikel bagus-bagus seperti yang di Kompas itu saya menaruh
harapan.
Sejarah dapat dibaca dan dipelajari dengan bening . Bung Karno
dapat
dikenali secara lebih lengkap manusiawi, bersih dari mitos-mitos
yang bodoh.
Bagaimana jerih-payah perjuangannya yang luar biasa heroik dapat
memberikan
inspirasi. Bagaimana ke-intelektual-annya, bagaimana kekayaan
reference
bacaannya, dapat membuat teladan generasi sekarang. Tapi juga
sosok manusia
biasa yang bisa keliru dan salah yang bisa pula jadi warning.....
Tapi ... maukah generasi muda membaca ?
Wassalam,
Abdullah Hasan.
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--