ah... masih jauh kaleee.... 2020 mungkin :D lagian astra dan ymki baru
nambah kapsitas produksinya.

suseh deh klo ga pnya visi transportasi. mestinya dicari dulu akar
maslahnya kenapa orang lebih milih naik motor/mobil drpd kendaraan
umum. lha... kok saia jadi curhat hehehe....

-afan-
*oh... seandainya pemda DKI dari tahun 80-90 profesional ngurus PPD,
skrg gue ga perlu susah2 naik motor.... tingal naik, bayar, tidur deh
grrr....rrrh.... ssst....

--- In [email protected], "Untung" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kasihan deh Kymco gue bakal nggak bisa lalu-lalang lagi di Jakarta neh..
> hik...hik..hik...
> 
> rgds,
> Untung
> 
> ------------------
> 
> http://www.gatra.com/artikel.php?id=118203
> Jalur Sepeda Motor Terancam Digusur
> 
> Jakarta, 6 September 2008 08:32
> Untuk mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta,
Pemerintah 
> Provinsi DKI Jakarta mengkaji segala kemungkinan, termasuk melarang
sepeda 
> motor (roda dua) untuk melewati daerah-daerah tertentu yang menjadi
pusat 
> kota.
> 
> Menurut Kepala Dinas Perhubungan M. Tauchid, langkah itu ditempuh
meniru 
> yang dilakukan beberapa kota besar lain di dunia, seperti di
Shanghai, Cina, 
> dimana pusat kotanya bersih dari motor.
> 
> "Kami masih mengupayakan ada kajian lebih mendalam. Di Shanghai,
Cina, di 
> pusat kota sudah tidak ada motor. Itu efektif. Di Jakarta itu bagian
yang 
> harus dikaji, harus bisa dilaksanakan dengan baik dan melibatkan
instansi 
> lain," papar Tauchid seusai bertemu Gubernur DKI di Balaikota Jakarta, 
> Jum`at (5/9).
> 
> Tauchid menyontohkan beberapa ruas jalan yang akan dikaji untuk
dibebaskan 
> dari motor adalah yang paralel dengan lajur busway.
> 
> Sementara untuk ruas jalan yang lain, Dinas Perhubungan akan membuat
lajur 
> khusus motor agar sepeda motor jauh lebih tertib, aman, dan selamat.
> 
> Lajur khusus itu disebut Tauchid akan diambil dari ruas jalan yang ada, 
> namun akan dilengkapi dengan marka jalan dan rambu-rambu yang lebih
tegas 
> dari sekarang namun tidak menggunakan separator. "Tidak akan pakai
separator 
> karena kendaraan lain masih boleh lewat jalur itu. Itu akan pakai
marka dan 
> rambu-rambu. Kita akan kerjasama dengan polisi (untuk penegakan
hukumnya)," 
> paparnya.
> 
> Saat ini, penumpang sepeda motor seringkali berjalan menyebar
menggunakan 
> lajur kiri dan kanan jalan yang turut andil menyebabkan terjadinya
kemacetan 
> selain membahayakan pengguna jalan lainnya.
> 
> Pembuatan lajur khusus motor itu disebut Tauchid sangat mendesak
mengingat 
> pertumbuhan jumlah motor di Jakarta yang sangat tinggi. "Data yang ada 
> menyebutkan pertumbuhannya sangat luar biasa. Di Jakarta, empat tahun 
> terakhir pertumbuhannya mencapai 300 persen dan penggunaannya banyak 
> menimbulkan permasalahan bagi pengemudi bus dan kemacetan lalu lintas," 
> katanya.
> 
> Selain kajian pembatasan jumlah motor, Pemprov DKI juga mengkaji
kemungkinan 
> mengurangi kemacetan dengan membedakan jam masuk sekolah, kantor dan
jam 
> buka pusat perbelanjaan.
> 
> Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengutip penelitian yang
diadakan oleh 
> konsultan transportasi Dinas Perhubungan PT Pamintori Cipta bahwa
pengguna 
> jalan terbagi atas empat kelompok yakni pelajar, pegawai pemerintah,
pegawai 
> swasta, dan pengunjung pusat perbelanjaan.
> 
> Perbedaan jam mulai sekolah, kantor dan pusat perbelanjaan
diharapkan dapat 
> mengurangi kemacetan karena kelompok tersebut tidak akan berangkat
ke tempat 
> tujuan bersamaan seperti yang terjadi saat ini. "Jadi kalau mulainya
berbeda 
> maka berangkatnya berbeda. Jadi pemakaian jalan bisa dikatakan
gantian," 
> kata Prijanto. [EL, Ant]
>


Kirim email ke