NYUSAHIN.......

--- On Tue, 9/9/08, Untung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Untung <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [kymco-ID] "Sepeda motor akan di Larang beredar di jakarta"
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 9, 2008, 4:35 PM






Kasihan deh Kymco gue bakal nggak bisa lalu-lalang lagi di Jakarta neh..
hik...hik..hik. ..

rgds,
Untung

------------ ------

http://www.gatra. com/artikel. php?id=118203
Jalur Sepeda Motor Terancam Digusur

Jakarta, 6 September 2008 08:32
Untuk mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Pemerintah 
Provinsi DKI Jakarta mengkaji segala kemungkinan, termasuk melarang sepeda 
motor (roda dua) untuk melewati daerah-daerah tertentu yang menjadi pusat 
kota.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan M. Tauchid, langkah itu ditempuh meniru 
yang dilakukan beberapa kota besar lain di dunia, seperti di Shanghai, Cina, 
dimana pusat kotanya bersih dari motor.

"Kami masih mengupayakan ada kajian lebih mendalam. Di Shanghai, Cina, di 
pusat kota sudah tidak ada motor. Itu efektif. Di Jakarta itu bagian yang 
harus dikaji, harus bisa dilaksanakan dengan baik dan melibatkan instansi 
lain," papar Tauchid seusai bertemu Gubernur DKI di Balaikota Jakarta, 
Jum`at (5/9).

Tauchid menyontohkan beberapa ruas jalan yang akan dikaji untuk dibebaskan 
dari motor adalah yang paralel dengan lajur busway.

Sementara untuk ruas jalan yang lain, Dinas Perhubungan akan membuat lajur 
khusus motor agar sepeda motor jauh lebih tertib, aman, dan selamat.

Lajur khusus itu disebut Tauchid akan diambil dari ruas jalan yang ada, 
namun akan dilengkapi dengan marka jalan dan rambu-rambu yang lebih tegas 
dari sekarang namun tidak menggunakan separator. "Tidak akan pakai separator 
karena kendaraan lain masih boleh lewat jalur itu. Itu akan pakai marka dan 
rambu-rambu. Kita akan kerjasama dengan polisi (untuk penegakan hukumnya)," 
paparnya.

Saat ini, penumpang sepeda motor seringkali berjalan menyebar menggunakan 
lajur kiri dan kanan jalan yang turut andil menyebabkan terjadinya kemacetan 
selain membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pembuatan lajur khusus motor itu disebut Tauchid sangat mendesak mengingat 
pertumbuhan jumlah motor di Jakarta yang sangat tinggi. "Data yang ada 
menyebutkan pertumbuhannya sangat luar biasa. Di Jakarta, empat tahun 
terakhir pertumbuhannya mencapai 300 persen dan penggunaannya banyak 
menimbulkan permasalahan bagi pengemudi bus dan kemacetan lalu lintas," 
katanya.

Selain kajian pembatasan jumlah motor, Pemprov DKI juga mengkaji kemungkinan 
mengurangi kemacetan dengan membedakan jam masuk sekolah, kantor dan jam 
buka pusat perbelanjaan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengutip penelitian yang diadakan oleh 
konsultan transportasi Dinas Perhubungan PT Pamintori Cipta bahwa pengguna 
jalan terbagi atas empat kelompok yakni pelajar, pegawai pemerintah, pegawai 
swasta, dan pengunjung pusat perbelanjaan.

Perbedaan jam mulai sekolah, kantor dan pusat perbelanjaan diharapkan dapat 
mengurangi kemacetan karena kelompok tersebut tidak akan berangkat ke tempat 
tujuan bersamaan seperti yang terjadi saat ini. "Jadi kalau mulainya berbeda 
maka berangkatnya berbeda. Jadi pemakaian jalan bisa dikatakan gantian," 
kata Prijanto. [EL, Ant] 

 














      

Kirim email ke