kalo gawenya di sudirman gimana yahhh....:D On Tue, Sep 9, 2008 at 6:04 PM, Nusa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Tenang aja Bro, masih banyak "jalan lain" yang kita bisa lalui. > Donworibihepi aja.... > > Sent from my GrandDinkBerry(R) > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > ------------------------------ > *From*: "afan" <[EMAIL PROTECTED]> > *Date*: Tue, 09 Sep 2008 09:57:58 -0000 > *To*: <[email protected]> > *Subject*: [kymco-ID] Re: "Sepeda motor akan di Larang beredar di jakarta" > > ah... masih jauh kaleee.... 2020 mungkin :D lagian astra dan ymki baru > nambah kapsitas produksinya. > > suseh deh klo ga pnya visi transportasi. mestinya dicari dulu akar > maslahnya kenapa orang lebih milih naik motor/mobil drpd kendaraan > umum. lha... kok saia jadi curhat hehehe.... > > -afan- > *oh... seandainya pemda DKI dari tahun 80-90 profesional ngurus PPD, > skrg gue ga perlu susah2 naik motor.... tingal naik, bayar, tidur deh > grrr....rrrh.... ssst.... > > --- In [email protected] <KYMCO-INDONESIA%40yahoogroups.com>, > "Untung" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Kasihan deh Kymco gue bakal nggak bisa lalu-lalang lagi di Jakarta neh.. > > hik...hik..hik... > > > > rgds, > > Untung > > > > ------------------ > > > > http://www.gatra.com/artikel.php?id=118203 > > Jalur Sepeda Motor Terancam Digusur > > > > Jakarta, 6 September 2008 08:32 > > Untuk mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta, > Pemerintah > > Provinsi DKI Jakarta mengkaji segala kemungkinan, termasuk melarang > sepeda > > motor (roda dua) untuk melewati daerah-daerah tertentu yang menjadi > pusat > > kota. > > > > Menurut Kepala Dinas Perhubungan M. Tauchid, langkah itu ditempuh > meniru > > yang dilakukan beberapa kota besar lain di dunia, seperti di > Shanghai, Cina, > > dimana pusat kotanya bersih dari motor. > > > > "Kami masih mengupayakan ada kajian lebih mendalam. Di Shanghai, > Cina, di > > pusat kota sudah tidak ada motor. Itu efektif. Di Jakarta itu bagian > yang > > harus dikaji, harus bisa dilaksanakan dengan baik dan melibatkan > instansi > > lain," papar Tauchid seusai bertemu Gubernur DKI di Balaikota Jakarta, > > Jum`at (5/9). > > > > Tauchid menyontohkan beberapa ruas jalan yang akan dikaji untuk > dibebaskan > > dari motor adalah yang paralel dengan lajur busway. > > > > Sementara untuk ruas jalan yang lain, Dinas Perhubungan akan membuat > lajur > > khusus motor agar sepeda motor jauh lebih tertib, aman, dan selamat. > > > > Lajur khusus itu disebut Tauchid akan diambil dari ruas jalan yang ada, > > namun akan dilengkapi dengan marka jalan dan rambu-rambu yang lebih > tegas > > dari sekarang namun tidak menggunakan separator. "Tidak akan pakai > separator > > karena kendaraan lain masih boleh lewat jalur itu. Itu akan pakai > marka dan > > rambu-rambu. Kita akan kerjasama dengan polisi (untuk penegakan > hukumnya)," > > paparnya. > > > > Saat ini, penumpang sepeda motor seringkali berjalan menyebar > menggunakan > > lajur kiri dan kanan jalan yang turut andil menyebabkan terjadinya > kemacetan > > selain membahayakan pengguna jalan lainnya. > > > > Pembuatan lajur khusus motor itu disebut Tauchid sangat mendesak > mengingat > > pertumbuhan jumlah motor di Jakarta yang sangat tinggi. "Data yang ada > > menyebutkan pertumbuhannya sangat luar biasa. Di Jakarta, empat tahun > > terakhir pertumbuhannya mencapai 300 persen dan penggunaannya banyak > > menimbulkan permasalahan bagi pengemudi bus dan kemacetan lalu lintas," > > katanya. > > > > Selain kajian pembatasan jumlah motor, Pemprov DKI juga mengkaji > kemungkinan > > mengurangi kemacetan dengan membedakan jam masuk sekolah, kantor dan > jam > > buka pusat perbelanjaan. > > > > Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengutip penelitian yang > diadakan oleh > > konsultan transportasi Dinas Perhubungan PT Pamintori Cipta bahwa > pengguna > > jalan terbagi atas empat kelompok yakni pelajar, pegawai pemerintah, > pegawai > > swasta, dan pengunjung pusat perbelanjaan. > > > > Perbedaan jam mulai sekolah, kantor dan pusat perbelanjaan > diharapkan dapat > > mengurangi kemacetan karena kelompok tersebut tidak akan berangkat > ke tempat > > tujuan bersamaan seperti yang terjadi saat ini. "Jadi kalau mulainya > berbeda > > maka berangkatnya berbeda. Jadi pemakaian jalan bisa dikatakan > gantian," > > kata Prijanto. [EL, Ant] > > > > >

