Hallo mbak Erna, juga kawan-kawan yang lain, terima kasih atas responnya, sekitar 2 tahun yg lalu CIFOR pernah mengundang Latin untuk acara "ramah tamah" dan buka puasa bersama di AULA CIFOR (saat itu CIFOR baru pindah dari Gn. Batu ke Situgede) nah, pada kesempatan itulah saya hadir dan bertemu dengan beberapa orang wakil masy desa-desa sekitar kompleks CIFOR. dalam perjalanan berikutnya, ternyata masyarakat Situgede, khususnya di RW 05 menerima kehadiran LATIN di lokasi situ (boleh dikata LATIN sudah menjadi bagian dari masy desa Situgede) agar tidak salah paham, LATIN sudah bergaul dengan masyarakat Situgede sejak jalan di depan kompleks CIFOR itu belum ditutup Mengenai proses pembuatan jalan, saya memang tidak tahu persis yang jelas masyarakat sudah mengakses jalan itu sejak jauh sebelum indonesia merdeka (katanya sekitar th1920-an) dulu lokasi itu menjadi lahan perkebunan penjajah Belanda tapi yg namanya jalan tetap menjadi fasilitas umum bahkan setelah lokasi itu menjadi hak Dephut (dulunya Perhutani dan kemudian PUSLITBANGHUT) jalan itu masih tetap menjadi jalan umum Jadi selama CIFOR hadir di situ lebih dari 2 tahun yaitu sejak sekitar peralihan thn 96-97 hingga Agustus 99 yg lalu jalan itu juga masih terbuka untuk umum Mengenai proses penutupannya saya tidak tahu masyarakat yg mengeluh itu juga merasa tidak mendapatkan penjelasan (sosialisasi) sebelumnya dengan jelas tentang penutupan itu. Katanya jalan ditutup dulu, baru kemudian ada tatap muka dari aparat desa dan wakil masyarakat setempat. Mbak Erna, supaya lebih fair saya sengaja men-CC komunikasi kita ini ke berbagai pihak termasuk kepada CIFOR dan Dephut (ma'af baru bag.KTLN saja) jika nanti ada kesalahan informasi dari saya mereka juga bisa segera klarifikasi (seperti respon dari rekan Yayan, Tim ACM CIFOR) sekian dulu mbak Erna dan kawan-kawan, terima kasih dan salam hangat selalu, Wito ----- Original Message ----- From: ernawati <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 02 Januari 1998 17:32 Subject: [KSH-IPB] Re: surat masy di lingkungan CIFOR (desa Situgede - Bogor) > Pak Wito.... > boleh nanya ya....tapi barangkali pertanyaan saya sangat lucu (Harap maklum > karena ketidak tahuan saya hehehe..). > Kok bisa ya masyarakat sekita CIFOR tahu alamat Latin, atau orang-orang > latin.... > Erna agak telmi nich....kalau tidak keberatan tolong jelasin ya... > Dan waktu proses pembuatan jalan kok nggak minta pendapat masyarakat sekitar > ya??? aneh !!! > > Jadi kalau masalah ini diangkat ke permukaan di kemas baik sehingga nggak > tampak ada kesan "aji mumpung reformasi" gitu lho maksud Erna.... > Selama permasalahan tampak benar dan sangat benar, maka saya mendukung > penyelesaian yang baik dan adil. > > terimakasih atas kesediaannya menjelaskan. > > peace > erna > -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
