Hira yang baik, terima kasih atas respon dan urun rembugnya karena selama ini memang tidak ada informasi yang jelas maka sengaja saya komunikasikan masalah ini ke berbagai pihak. masyarakat sendiri merasa berkonflik dengan CIFOR (bisa dicermati pada surat masy.pada poin no.4: masyarakat merasa kepentingannya dikurangi hanya karena keserakahan para pejabat CIFOR yang mengabaikan fasilitas umum) Selama saya bergaul dengan mereka, sebelumnya tidak pernah muncul kalimat semacam itu bahkan mereka bersikap sangat baik kepada CIFOR, karena memang dirasakan ada kepedulian CIFOR kepada masyarakat sekitar (sebelum jalan ditutup) tapi menurut CIFOR (meskipun ini bukan penjelasan resmi) masalah penutupan jalan itu adalah masalah hubungan kerjasama antar negara (antara pemerintah RI dengan BOT?) Kalau memang ada kaitannya dengan kebijakan pemerintah berarti kita "wajib" memberikan saran kepada si pembuat kebijakan agar kebijakan itu tidak selalu "menggusur" hak dan kepentingan masyarakat "kecil" (seperti tersebut dalam surat masy itu) sebagaimana sering terjadi pada masa orde baru Sebelumnya pernah saya sampaikan perihal situasi emosional masyarakat kita yang akhir-akhir ini sering "diluar dugaan" gejala itu sudah mulai saya rasakan; masyarakat RW05 yg sering bertemu Latin umumnya sangat penyabar, mereka sangat arif dalam bertindak (mengirim surat ke CIFOR adalah contohnya) tapi masyarakat yang lain, yaitu Kampung Semplak desa Bubulak sikapnya lebih keras dari masy. RW05 Situgede itu (sebagian orang CIFOR sudah tahu masalah ini) nah, saya terkejut ketika mereka kirim surat itu ternyata bersama juga dengan sebagian masyarakat desa Cikarawang ini artinya sudah ada langkah-langkah konsolidasi dari pihak masyarakat (ma'af jangan diartikan negatif) terlebih lagi mereka sudah sampai menyebutkan langsung dalam surat bahwa penutupan jalan itu merupakan "keserakahan para pejabat CIFOR" Mengenai mediasi, Latin tidak akan keberatan menjadi mediator tetapi masalahnya, siapa yang mau dimediasi? Memang rekan Yayan juga menawarkan kepada siapapun untuk bersedia menjadi mediator Tetapi perlu diingat dengan penjelesan bung Yayan sendiri, bahwa penutupan jalan itu kebijakan bukan kebijakan CIFOR tetapi antara pemerintah RI dengan BOT (?) apakah tidak sia-sia nanti dialog masyarakat dengan CIFOR itu? Pihak MG CIFOR akan berupaya menghubungi pihak Dephut untuk mengirimkan wakilnya, tentu kita menunggu realisasinya Pertanyaan rekan Hira juga sama mengganjal saya; sebab yang saya tahu, sebelum di Situgede, CIFOR juga berkantor di pinggir jalan umum (di Gunung Batu) bersama ICRAF di sana juga lalulintasnya sangat padat saya yakin bahwa di Situgede itu tidak akan lebih padat dari lalulintas di Gunung Batu yang dulu. Tapi dalam acara ramah tamah dulu CIFOR tidak memberikan penjelasan tentang alasan kepindahan itu karena di Gunung Batu tidak terjamin keamanannya dan sangat bising dengan suara mesin bahkan PUSLITBANG sampai saat ini masih betah tinggal di Gn Batu dan belum pernah terdengar rencana akan menutup jalan umum yang di depan kompleks yang menuju ke Ciomas itu semoga juga segera ada penjelasan dari kawan CIFOR yang lain setelah dari rekan Yayan Indriatmoko, syukur-syukur kalau ada respon langsung dari MG CIFOR dan Dephut sebenarnya CIFOR bisa saja menjelaskan pengalamannya selama lebih 2 tahun berkantor do Situgede tanpa jalan itu ditutup sudah berapa kali terjadi tindakan kriminal masyarakat sekitar yg mengganggu fasilitas dan aktifitas CIFOR atau mungkin pernah terjadi munculnya suara kendaraan yang dahsyat sehingga membisingkan karyawan atau pejabat CIFOR nah sekian dulu tanggapan saya, Salam hangat selalu, Suwito ----- Original Message ----- From: Hira D.G. <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 03 Desember 1999 19:17 Subject: Re: [lingkungan] surat masy di lingkungan CIFOR (desa Situgede - Bogor) > Teman-teman di Latin, > > Kalau boleh urun rembug, dialog perlu segera dilakukan tetapi dengan > persiapan informasi yang mantap. Misalnya, apakah dulu pernah ada > kesepakatan antara masyarakat dan CIFOR atau dengan Dephut? Dialog juga > perlu dimediasi (mungkin oleh teman-teman LATIN?) agar arah penyelesaiannya > jelas. > > Ada satu pertanyaan yang mengganjal: Apakah benar CIFOR tidak bisa > berfungsi jika jalan tidak ditutup? Paling tidak itu alasan yang > dikemukakan oleh seorang teman dari CIFOR melalui Milis ini. > Salam > Hira > -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
