Harry yang baik,
Setelah saya perhatikan teman-teman di milis ini beragam sekali minat dan
masalahnya (ini mencerminkan kompleksitas masalah lingkungan Indonesia
juga). Mungkin akan lebih mudah dan efektif lagi kalau kita bisa bikin
buletin board yang web-based jadi untuk tiap topik tertentu pembahasannnya
bisa diikuti oleh yang berminat dan topik lainnya juga dapat berkembang
secara simultan. Teman-teman pun dapat berdiskusi dalam beberapa topik
sekaligus. Kalau bisa mungkin bagian IT-nya indoglobal.com bisa bantu. Kalau
tidak nanti saya bicarakan dengan teman-teman di ilaga.com . Sekian dulu dan
selamat diskusi.
Wass,
Tantyo Bangun
N.B. Saya ke Mentawai bulan lalu, ternyata kondisinya cukup "meriah" karena
euphoria reformasi membuat beberapa "entrepreneur" lokal membentuk koperasi
(bentuk institusi ekonomi kerakyatan yang disalahgunakan) dan mulai bergiat
untuk merintis perkebunan kelapa sawit dan loging di Siberut (cagar Biosfer
itu). Sempat ketemu Aman Laulau (salah seorang kerei, dukun) yang belum tahu
kalau presiden sudah ganti ;-))
-----Original Message-----
From: Harry Surjadi [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 21 Desember 1999 22:48
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [lingkungan] topik diskusi
Ok, trims Witjak (BTW kapan selesai sekolahnya?) untuk kiriman artikelnya
buat yang berminat.
Kayaknya (berdasarkan pengamatan saya) Hira dan Witjak ada di dua kubu
ekstreem.
Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan untuk mempertajam diskusi:
1. Apakah sungguhan sudah ada GMO yang masuk ke Indonesia? Kalau ada (bukan
lagi rumour atau "katanya") di mana? Apa jenisnya?
2. Sudah lama ada promosi substansi cairan dari luar negeri (kalau tidak
salah produk Monsanto) yang katanya bisa mempercepat peng-komposan bahan
organik. Substansi itu mengandung mikroorganisme asing (karena bukan asli
Indonesia). Adanya mikroorganisme itu pembusukan bahan organik menjadi
dipercepat. Bahkan substansi itu dimanfaatkan juga untuk "katanya"
menyuburkan tanah. Menurut saya masuknya organisme asing ini mengganggu
keseimbangan organisme asli di tanah-tanah pertanian. Nah seberapa jauh
bahaya masuknya organisme asing ini (walaupun bukan dari hasil rekayasa
genetika)? Ditinjau dari sudur keilmuan (mungkin Witjak bisa membantu
menjawabnya) boleh tidak? Banyak contoh satwa asing yang kemudian menjadi
dominan di tempat barunya mengganggu keseimbangan alam yang lama. Misalnya
masuknya kelinci ke Australia.
3. (Bagi para awam). Sebenarnya secara ilmu sudah ada berapa GMO yang
di-release ke pasaran dan diujicobakan?
4. Kalau di Eropa jagung hasil rekayasa, tomat hasil rekayasa (termasuk
produknya industrinya), kapas, kentang, ditolak habis-habisan, termasuk
menggunakan undang-undang, mengapa Indonesia kok adem-ayem saja? Apa yang
salah di Indonesia?
5. Siapa yang bertanggung jawab mengawasi mahluk asing masuk ke wilayah
Indonesia? Siapa yang memberi izin?
6. Apakah Indonesia sudah memiliki peraturannya untuk menangkal masuknya
GMO?
Sementara enam pertanyaan dulu.
Silahkan.......
Salam,
Harry Surjadi
>Harry:
>Topik rekayasa genetika telah mulai didiskusikan, terutama antara saya
>dengan Hira. Sementara ini berhenti sebab saya masih belum selesai membaca
>bahan-bahan yang dikirimkan oleh Hira. Sementara itu saya juga baru
>mengirim satu artikel lewat pos ke tiga peserta milis. Setelah selesai
>membaca bahan-bahan itu, saya akan meneruskan pembahasan rekayasa genetika
>tersebut.
>
>Salam,
>Witjaksono
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/