Harry,
Menurut saya, topiknya biarin saja nggak usah dibatasi, tapi sebagai moderator
anda melempar issue, bila kelihatan ada tanda-tanda peserta milis agak kendor
diskusinya. Soalnya masalah lingkungan berkembang terus dan nantinya peserta
milis akan nimbrung kalau topiknya memang cocok untuk dia.
Kalau soal produk GMO, saya menduga kedele yang kita pakai sebagai bahan
tahu/tempe, yang diimpor dari USA itu merupakan produk GMO. Soalnya kedele
mereka nggak laku dijual ke Eropah. Padahal waktu awal kita kena krisis, USA
membantu kita dengan bahan pangan, salah satunya kedele. Susahnya di masyarakat
pengrajin tempepun, lebih suka pake kedele impor daripada kedele lokal. Katanya
hasil tempenya lebih bagus, karena butiran kedele impor lebih besar-besar dan
bagus. Sedangkan produk lainnnya, kemungkinan produk makanan botolan dan
kalengan yang berasal dari Eropa/USA yang disana nggak laku di lempar kesini.
Disana, harus dicantumkan label apakah produknya mengandung produk GMO (disini
kan tidak dituntut untuk mencantumkan itu). Dan yang saya baca dari shopping
guide for GMO free, banyak banget list produk yang mengandung GMO yang juga kita
bisa temukan di swalayan.
> 2. Sudah lama ada promosi substansi cairan dari luar negeri (kalau tidak
> salah produk Monsanto) yang katanya bisa mempercepat peng-komposan bahan
> organik. Substansi itu mengandung mikroorganisme asing (karena bukan asli
> Indonesia). Adanya mikroorganisme itu pembusukan bahan organik menjadi
> dipercepat. Bahkan substansi itu dimanfaatkan juga untuk "katanya"
> menyuburkan tanah. Menurut saya masuknya organisme asing ini mengganggu
> keseimbangan organisme asli di tanah-tanah pertanian. Nah seberapa jauh
> bahaya masuknya organisme asing ini (walaupun bukan dari hasil rekayasa
> genetika)?
Saya mau nimbrung soal ini. Dulu waktu Effective Mikroorganisme (EM4) beredar,
saya pernah tanya apakah bahannya dari Indonesia? Nah ternyata itu dibawa dari
Jepang. Terus saya tanya ke Komisi Pestisida, ternyata belum terdaftar. Karena
pengusaha EM4 tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan antara lain
mendeskripsikan mikroorganisme apa saja yang dikandungnya. Dan sulit juga untuk
merekomendasikannya karena berarti membiarkan terjadinya introduksi organisme
luar ke Indonesia. Tapi kenyataan di lapang menunjukkan bahwa penggunaan EM4
meluas. dan saya pernah dengar mereka sudah mampu membuat EM4 dari bahan lokal
(tidak impor lagi dari Jepang)? Kalau yang Monsanto saya belum tahu apa nama
produknya.
>
> 4. Kalau di Eropa jagung hasil rekayasa, tomat hasil rekayasa (termasuk
> produknya industrinya), kapas, kentang, ditolak habis-habisan, termasuk
> menggunakan undang-undang, mengapa Indonesia kok adem-ayem saja? Apa yang
> salah di Indonesia?
Di Indonesia sebetulnya sudah dirintis penyusunan Protokol biosafety. Pertama
sekali Hira yang menggagas usulan protokol biosafety, kemudian di Kantor Meneg
LH dibentuk Kelompok Kerja Keselamatan Hayati (working group on biosafety).,
Hira masuk dalam WG tersebut dan aktif ikut ke pertemuan internasional bersama
anggota WG lainnya khusus membahas protokol tsb. Selama masa MENLH yang lalu, WG
ini reses dan belum bergerak lagi.
Kalau di LN, peneliti di Perguruan Tinggi sangat fair dalam mengemukakan
evaluasi terhadap dampak GMO ini, mereka berani mengumumkan. Sehingga kita bisa
mengetahui info tersebut. Entah kalau di Indonesia.
> 5. Siapa yang bertanggung jawab mengawasi mahluk asing masuk ke wilayah
> Indonesia? Siapa yang memberi izin?
kalau di Deptan ada Pusat Karantina, dan disitu ada Komisi Agens Hayati yang
mengevaluasi dan memberikan ijin pemasukan agens hayati misalnya serangga,
jamur, dll. Setahu saya, selama ini ijin yang diminta umumnya adalah pemasukan
serangga predator yang sudah diuji coba dan terbukti tidak menimbulkan masalah
(bukti ilmiah secara langsung dan diback up data dari manca negara tentang
organisme tersebut). Tapi soal GMO, sepertinya belum ada yang minta ijin lewat
komisi ini.
Sekian dulu dari saya,
Tuti
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/