Saya mau urun rembug dengan enam pertanyaan ini. 

1. Sulit untuk mengatakan apakah sungguhan sudah ada GMO yang beredar di
Indonesia, karena ketentuan melabel GMO tidak ada. Tetapi sebagai contoh,
kita mengimpor kedelai sebagian dari AS dan sekitar  40% dari hasil kedelai
AS berupa GMO. Lalu kita juga mengimpor aneka keju dan susu yang tidak
diketahui apakah dihasilkan dari sapi yang disuntik dengan hormon hasil
rekayasa genetik, terutama bila dari AS (karena Eropa tidak mau menggunakan
ini di dalam negeri, entah kalau di kirim ke LN). Yang pasti adalah bahwa
pejabat deptan mengatakan sudah ada yang masuk. Yang pasti juga, seperti
saya katakan bahwa sudah ada uji coba multi lokasi untuk lima tanaman yaitu
kedelai tahan herbisida dan kedelai bt, jagung tahan herbisida dan jagung
bt serta kapas bt. Semuanya milik monsanto.

2.  Saya pikir, ya kehadiran mahluk lain dari luar ekosistem pasti sedikit
banyak mengganggu ekosistem tersebut, karena itu setiap introduksi
selayaknya dilakukan melalui kajian tentang ekologi mahluk yang akan
dimasukkan, ekologi penerima mahluk, dan daya dukung lingkungannya. Tidak
semua introduksi berbahaya asalkan diketahui ekologinya. Misalnya jambu
biji kita adalah introduksi ratusan tahun lalu dari Amerika Latin. Demikian
pula karet. Introduksi mikroorganisme mungkin mengandung resiko lebih
besar. 

3. Menurut laporan yang dikutip oleh CIEL, makin banyak areal pertanian
yang ditanami dengan GMO, yaitu meningkat lima belas kali antara tahun 1996
dan 1998, dengan tiga negara  yaitu AS, Kanada dan Argentina menguasai 98%
areal tanaman GMO.  Dua persen lain dipegang oleh Australia, Meksiko,
Spanyol, Perancis dan Afrika Selatan.  Lima tanaman utama adalah (berutan)
kedelai, jagung, kapas, kanola dan kentang.  pada tahun 1998 AS menanam 50%
ladang jagung, 48% ladang kedelai dengan transgenik. Tabel di bawah ini
menunjukkan areal tanaman transgenik untuk tiga negara. 

 - Percentage of Acreage Planted with Biotech Crops     
        1996    1997    1998    
United States                           
Corn    13%     26%     50%     
Cotton  9%      16%     39%     
Soybeans        7%      23%     48%     
Canada                          
Canola  5%      35%     47%     
Corn    0%      3%      38%     
Soybeans        0%      0%      6%      
Argentina                               
Soybeans        2%      23%     50%     

Data ini belum termasuk vaksin, obat (seperti insulin), susu, ikan dan
hewan lain. Seekor domba bernama Tracy misalnya merupakan hewan GMO yang
katanya mampu menghasilkan air susu yang sama dengan ASI manusia. Tentu
saja sebagian sudah beredar di pasaran terutama di tiga negara tersebut
tanpa label sehingga sulit di lacak, tetapi beberapa penelitian mulai
menunjukkan bahaya GMO baik ketika dikonsumsi maupun ditanam. Untuk ini,
saya akan mengirimkan data lain. jadi isu ini bukan di awang-awang, tetapi
nyata. 

4. Kenapa Indonesia adem ayem? SEderhana saja karena edukasi publik kita
kurang terhadap isu ini. Boro-boro GMO, standar residu pestisida yang aman
saja sulit dipatuhi dan konsumen kita tidak terlalu peduli. Khusus untuk
soal GMO sebagian para ilmuwan kita masih "kesengsem" dengan kekuatannya
sehingga menyatakan bahwa ini teknologi yang akan menyelesaikan banyak
persoalan pangan dan kesehatan kita. Terakhir, umumnya bila belum ada
bencana, kita sulit mengakui bahwa ada masalah. Untuk Undang-undang, baru
ada kepmen yang mengatur pelepasan GMO, khusus untuk pertanian. Tetapi
apakah ini ditegakkan atau tidak ya sulit dikatakan. 

5. Saya pikir ini sudah dijawab Tuti dari kantor MNLH
6.  Idem empat dan juga sudah dijawab Tuti

Demikian dari saya

Salam

Hira  




----------
> From: Harry Surjadi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [lingkungan] topik diskusi
> Date: Tuesday, December 21, 1999 10:47 PM
> 
> Ok, trims Witjak (BTW kapan selesai sekolahnya?) untuk kiriman artikelnya
> buat yang berminat.
> Kayaknya (berdasarkan pengamatan saya) Hira dan Witjak ada di dua kubu
> ekstreem.
> Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan untuk mempertajam diskusi:
> 1. Apakah sungguhan sudah ada GMO yang masuk ke Indonesia? Kalau ada
(bukan
> lagi rumour atau "katanya") di mana? Apa jenisnya?
> 2. Sudah lama ada promosi substansi cairan dari luar negeri (kalau tidak
> salah produk Monsanto) yang katanya bisa mempercepat peng-komposan bahan
> organik. Substansi itu mengandung mikroorganisme asing (karena bukan asli
> Indonesia). Adanya mikroorganisme itu pembusukan bahan organik menjadi
> dipercepat. Bahkan substansi itu dimanfaatkan juga untuk "katanya"
> menyuburkan tanah. Menurut saya masuknya organisme asing ini mengganggu
> keseimbangan organisme asli di tanah-tanah pertanian. Nah seberapa jauh
> bahaya masuknya organisme asing ini (walaupun bukan dari hasil rekayasa
> genetika)? Ditinjau dari sudur keilmuan (mungkin Witjak bisa membantu
> menjawabnya) boleh tidak? Banyak contoh satwa asing yang kemudian menjadi
> dominan di tempat barunya mengganggu keseimbangan alam yang lama.
Misalnya
> masuknya kelinci ke Australia.
> 3. (Bagi para awam). Sebenarnya secara ilmu sudah ada berapa GMO yang
> di-release ke pasaran dan diujicobakan?
> 4. Kalau di Eropa jagung hasil rekayasa, tomat hasil rekayasa (termasuk
> produknya industrinya), kapas, kentang, ditolak habis-habisan, termasuk
> menggunakan undang-undang, mengapa Indonesia kok adem-ayem saja? Apa yang
> salah di Indonesia?
> 5. Siapa yang bertanggung jawab mengawasi mahluk asing masuk ke wilayah
> Indonesia? Siapa yang memberi izin?
> 6. Apakah Indonesia sudah memiliki peraturannya untuk menangkal masuknya
> GMO?
> Sementara enam pertanyaan dulu.
> Silahkan.......
> Salam,
> Harry Surjadi
> 
> 
> 
> >Harry:
> >Topik rekayasa genetika telah mulai didiskusikan, terutama antara saya
> >dengan Hira.  Sementara ini berhenti sebab saya masih belum selesai
membaca
> >bahan-bahan yang dikirimkan oleh Hira.  Sementara itu saya juga baru
> >mengirim satu artikel lewat pos ke tiga peserta milis.  Setelah  selesai
> >membaca bahan-bahan itu, saya akan meneruskan pembahasan rekayasa
genetika
> >tersebut.
> >
> >Salam,
> >Witjaksono
> 
> 
> 
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> 
> 
> 
> 

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke