http://www.surabayapost.co.id/
JAWA TIMUR, Senin, 27 Maret 2000, Surabaya Post 

Atasi Maling, Perhutani Akan Buka Warung Kayu
Ngawi - Surabaya Post 

Sebagai upaya mengurangi angka pencurian kayu jati, kini Perhutani Ngawi sedang
ancang-ancang mendirikan warung kayu (Warka). "Di samping melayani kebutuhan
pengusaha
kecil, keberadaan Warka juga dibuka untuk masyarakat umum. Sebab selama ini
mereka kurang
mengerti prosedur tentang lelang kayu, sehingga kegiatan tersebut seolah-olah
hanya didominasi
pengusaha besar," kata Ir Bambang Catur, Ajun K. Perhutani Ngawi, Sabtu (25/3).

Areal hutan Perhutani yang sebagian berada di wilayah Kab. Bojonegoro, Bloro,
dan Madiun
itu sering menjadi sasaran pencuri. Bahkan pencurian dilakukan dengan
melibatkan massa, hingga
terjadi penjarahan massal. Kendati telah merangkul aparat terkait, seperti
Kodim, Polres, dan
Brimod, namun tingkat kerawanan hutan masih tinggi. 


http://suarapembaruan.com/News/2000/03/27/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Tim UGM Susun Pedoman Perlindungan Pantai Selatan DIY 
Yogyakarta, 27 Maret

Guna mengantisipasi pengembangan wilayah pantai selatan Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY),
melalui penelitian mahasiswa jurusan Geologi Fakultas Teknik UGM, berhasil
merumuskan
pedoman untuk pengelolaan dan perlindungan pantai itu. 

Koordinator tim peneliti, Dr Ir Dwikorita Karnawati MSc, kepada Pembaruan Sabtu
(25/3)
siang mengatakan, hasil penelitian yang dititikberatkan pada kajian geologi
lingkungan ini dapat
dimanfaatkan sebagai masukan bagi para pemegang kebijakan untuk dapat lebih
mengembangkan pesisir selatan DIY secara berkelanjutan.


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/27/IPTEK/teru10.htm
Senin, 27 Maret 2000

Terus Dirambah, Hutan TNGL Bahorok dan Rawa Singkil
Medan, Kompas 

Perambahan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di
Kacamatan Bahorok, Kabupaten Langkat dan Hutan Suaka
Margasatwa (HSM) Rawa Singkil, Kabupaten Aceh Singkil masih
terus berlangsung. Hutan TNGL Bahorok yang dirambah sudah
mencapai 400 hektar dari sebelumnya 300 hektar, sedang hutan
HSM Rawa Singkil kini tinggal sekitar 55.000 hektar dari sebelumnya
102.500 hektar.


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/27/IPTEK/garu10.htm
Senin, 27 Maret 2000

Untuk Memperkecil Perusakan Ozon Garuda Kelola Bank Halon Nasional
Jakarta, Kompas 

Dalam rangka memperkecil perusakan ozon serta menjaga
kelestarian alam dan lingkungan hidup, Kantor Menteri Negara
Lingkungan Hidup dan Garuda Maintenance Facility (GMF), menjalin
kerja sama dalam pengelolaan Bank Halon Nasional (BHN). 

Siaran pers PT Garuda Indonesia yang ditandatangani kepala
Komunikasi Perusahaan Pujobroto dan dikirimkan ke redaksi
Kompas hari Jumat (24/3) menyebutkan, aktivitas BHN yaitu
melakukan proses daur ulang (recyling), pemulihan (recovery), serta
penyimpanan (storage), yang pelaksanaannya dilakukan oleh GMF
sebagai executing agency, yang bersifat nonprofit oriented.


http://suarapembaruan.com/News/2000/03/27/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Kakaban, Surga Penelitian Ekologi Laut
Oleh Wartawan ''Pembaruan''

SUMEDI TP

   i Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terdapat sebuah
pulau yang
   memiliki keunikan tiada duanya di dunia. Pulau yang bernama Kakaban ini
merupakan satu
dari 26 pulau di gugusan Derawan. Di te- ngah Kakaban terdapat danau berair
asin yang
dikelilingi hutan bakau cukup lebat. 

Luas danau mencakup 80 persen dari luas pulau yang tak berpenghuni itu. Ada
beberapa jalan
pintas menuju danau, namun hanya sebagian bibir pantai yang bisa didarati kapal
karena
sebagian berupa karang terjal dengan laut sangat dalam.


http://suarapembaruan.com/News/2000/03/27/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
AP/MArk West

Jangan Bicara Kelautan Tanpa Libatkan Masyarakat Pesisir

Berbagai fenomena kerusakan lingkungan pesisir dan laut bukan hanya disebabkan
oleh
industrialisasi, tetapi seringkali akibat kemiskinan masyarakat pesisir. Karena
tidak ada alternatif
mata pencarian, masyarakat pesisir terpaksa mengeksploitasi sumber daya pesisir
yang secara
ekologis rentan dengan cara yang tidak ramah lingkungan, misalnya menggunakan
bahan
peledak dan racun untuk menangkap ikan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pesisir, Pantai dan Pulau-pulau Kecil, Departemen
Eksplorasi Laut
dan Perikanan (DELP), Rokhmin Dahuri dalam seminar ''Pengelolaan Wilayah
Pesisir
Indonesia'' di Jakarta, pekan lalu mengatakan, hal tersebut terjadi karena
tidak adanya konsep
dan program pengembangan masyarakat pesisir sebagai subjek dan objek dari
pembangunan.


http://suarapembaruan.com/News/2000/03/27/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Memutus Lingkaran Setan Kemiskinan dan Perusakan Hutan

SUARA DARI BOGOR
Prof Bungaran Saragih M.Ec

(Bagian II, Habis)

    awasan hutan di Pulau Jawa dikuasakan pengelolaannya oleh negara kepada
Perum
    Perhutani. Desa sekitar hutan di Jawa umumnya miskin sumberdaya pertanian.
Sawah
hanya ada di cekungan dan tanah datar rendah yang tidak seberapa. Sebagian
besar kawasan
desa berbukit terjal dan berada di dalam kawasan hutan yang tertutup bagi
budidaya pertanian. 

Sudah lama program-program kesejahteraan dilaksanakan oleh Perum Perhutani bagi
masyarakat sekitar hutan. Termasuk memanfaatkan kawasan hutan yang baru
ditebang dan
direboisasi kembali untuk tanaman pertanian selama kurang lebih 2 tahun. 

Sejak 1986, pihak Perhutani memperkenalkan program baru yang disebut Perhutanan
Sosial.
Di dalam program ini, penduduk desa sekitar hutan dapat memanfaatkan kawasan
hutan
tertentu sejak tanaman kehutanan (pohon) baru ditanam sampai pohon ditebang
setelah
mencapai umur komersial. 

Kirim email ke