Mas Oiek,
Saya sependapat dengan Mas Oiek. Saya rasa banyak orang tidak sempat
merasakan dan tidak mampu mengartikan keadilan terhadap lingkungan yang
ditulis Mas Oiek dengan huruf kapital. Nggak terlintas di pikiran mereka
bahwa atraksi itu sebenarnya bentuk nyata dari penginjak-injakan hak hidup
atau hak asasi atau apa pun namanya. Itu memang yang ditawarkan oleh circus
dan kebun binatang yang selama ini mereka kenal sebagai wahana pendidikan
dan mencari kesenangan. Mungkin mereka harus tahu (dan harus ada yang
berani mengungkap) bagaimana negara memperlakukan penghuni kebun binatang
selama ini, terutama setelah kita dilibat krismon. (Saya sedikit tahu yang
terjadi di Ragunan).
Saya mau berbagi cerita. Saya tidak tahu seberapa parah perdagangan dan
eksploitasi hewan liar di India, tetapi untuk menjaring donasi, mereka
menggunakan jalur hotel berbintang. Di setiap kamar, bersama dengan
informasi mengenai kota dan hotel itu, juga diselipkan brosur menarik yang
berwarna dengan sedikit cerita menyedihkan mengenai kegiatan eksploitasi
hewan liar dan kehidupan si hewan itu sendiri. (saya sulit mengidentifikasi
hewan apa itu, yang jelas mirip beruang. Seutas tali diikatkan pada
hidungnya -seperti sapi/kerbau kita. Narasi di brosur itu cerita bahwa
hanya dengan mengikat seperti itu lah beruang itu akan nurut saja apa yang
diperintahkan). Di samping brosur itu ada kantong kertas untuk wadah uang
kalau pengunjung hotel merasa berminat menyumbang.
Pasti ada cara lain yang lebih efektif dan realistis untuk
memancing/membangkitkan termasuk mendidik masyarakat agar mulai
memperhatikan alam lingkungannya sendiri. Tapi cara ini juga cukup menarik,
terutama kalau memang niatnya menjaring donasi. To a very few extend,
saya peduli lingkungan tapi saya nggak tahu banyak masalah LH ini, termasuk
gimana advokasi teman-teman selama ini serta reaksi pemerintah. Apa ada
juga masalah dengan peraturan per-UU-nya ? Kalau iya, berarti sama dong
dengan sebagian besar permasalahan yang ada di tempat kami.
Gitu aja, Mas. Teruskan perjuangan PANTAU.
Pridy
NB. Salam untuk Niken dan Bimo-nya (Semoga sehat selalu). Salam juga untuk
teman-teman yang lain dan Ruwi.
-----Original Message-----
From: telapak mobile <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: InWildNet <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, April 26, 2000 18:06 PM
Subject: [lingkungan] The Jakarta Post dan TSI TIDAK PEDULI LINGKUNGAN
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/