Salam lestari,
Pernyataan dan Keprihatinan, teman-teman Sdr. Hapsoro/PANTAU,
Saya sangat setuju dan mendukung sekali, karena jelas cara-cara
promosi tersebut tidak akan pernah menyelesaikan masalah-masalah konservasi
alam, mungkin sebaliknya membuat orang menganggap sepele
persoalan-persoalan konservasi yang pada akhirnya malah mendorong
perbuatan-perbuatan orang semakin arogan terhadap alam,
Saya pribadi tidak pernah habis mengerti mengapa hanya untuk
kepentingan-kepentingan sesaat atau hanya untuk mengeruk keuntungan
saja, sering kali orang mengklaim "conservasionist" tapi kenyataan
melakukan hal-hal yang justru arogansi terhadap alam,
TEGUH HARTONO
pengamat/peminat Ekowisata
At 07:04 AM 5/1/00 +0700, you wrote:
>Saya sangat mendukung pernyataan PANTAU
>salam, martua sirait
>
>
>At 06:06 PM 4/26/00 +0700, telapak mobile wrote:
>>Para pemerhati lingkungan,
>>
>>Atas nama PANTAU (jaringan LSM untuk pemantauan perdagangan hidupan liar
>Indonesia) saya menyatakan protes keras pada Taman Safari dan harian The
>Jakarta Post yang telah melansir sebuah tontonan dan atraksi
"eksploitatif".
>>
>>Kenapa saya sebut eksploitatif ? Tidak lain karena keduanya telah
>mempromosikan sebuah acara yang mengajak publik untuk bisa menikmati
>kesengsaraan hidupan liar Indonesia. Mereka seolah2 tidak merasa bahwa
>setiap yang hidup di muka bumi ini juga perlu mendapatkan keadilan. Betapa
>tidak beberapa waktu lalu kedua lembaga tersebut membawa Gajah Sumatera ke
>dalam kerumunan orang yang sedang berolahraga pagi di Stadion Senayan,
>Jakarta. Setelah itu gajah yang khusus didatangkan dari TSI juga disuruh
>untuk melakukan berbagai atraksi di hadapan orang banyak. Yang lebih
>mengenaskan adalah diadakannya LOMBA TARIK TAMBANG melawan GAJAH.
>>
>>Terlepas dari menang tidaknya, sebenarnya hal ini dapat mendorong publik
>semakin tidak peduli pada kelestarian dan hak hidup Gajah. Orang bisa
>dengan seenaknya menyiksa binatang besar yang konon perkasa ini. Padahal
>selama ini habitat Gajah di Indonesia semakin lama semakin tergusur oleh
>aktifnya konversi hutan. Hampir tak ada ruang buat mereka untuk hidup dan
>berkembang biak. Lebih jauh salah satu pemrakarsa kegiatan adalah Taman
>Safari Indonesia yang katanya "LEMBAGA KONSERVASI EX-SITU".
>>
>>Sementara itu dengan naifnya pihak The Jakarta Post yang telah terkenal di
>kalangan expatriat ternyata menyelenggarakan acara tersebut dalam rangka
>merayakan HUT-nya. Lalu apakah ulang tahun yang berdekatan tanggalnya
>dengan HARI BUMI harus dirayakan dengan sebuah hal yang tidak mencerminkan
>kepedulian terhadap lingkungan? Yang lebih mengenaskan lagi peristiwa ini
>disiarkan di media televisi dan ada petinggi PKA (dulu PHPA) yang
>berkomentar mau menyelamatkan Gajah.
>>
>>Saya kira sudah saatnya bagi kita para pemerhati lingkungan untuk dapat
>berkontribusi terhadap berbagai peristiwa sehari2 yang tidak mencerminkan
>budaya KEADILAN terhadap LINGKUNGAN. Kejadian tersebut adalah cermin budaya
>antroposentris dan arogan.
>>Tulisan ini saya buat untuk mengajak para pecinta lingkungan agar lebih
>berhati2 dan kritis terhadap permasalahan lingkungan di sekitar kita.
>>
>>Salam,
>>Hapsoro
>>Koordinator PANTAU
>>
>
>
>--
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/