Informasi berikut disarikan dari beberapa berita terakhir yang bersumber
dari Gene news.
KASUS PATEN ATAS KEHIDUPAN DI DUNIA
A. Padi
Pada tahun 1997, Rice Tec, perusahaan kecil di Texas yang menanam padi,
mendapatkan hak paten atas galur beras basmati yang ditanam di AS.
Padi/beras basmati yang unik di wilayah Punjab baik di Pakistan maupun
India, dan memang mempunyai keunggulan tertentu dibandingkan varietas lain.
Rice Tec dimiliki oleh Pangeran Hans-Adam II dari Liechtenstein, monarki
terkecil tetapi terkaya di Eropa. Rice Tec mengatakan bahwa basmati
merupakan nama generik dan produk mereka dijual dengan nama dagang berbeda
seperti Texmati, Jasmati dan Kasmati serta mempunyai kualitas lebih tinggi
daripada basmati. Mereka mengatakan Rice Tec mengembangkan galur baru ini
melalui penelitian selama sepuluh tahun dan berhasil membuktikan bahwa
beras basmati dapat tumbuh di belahan bumi barat, karena itu patut
mendapatkan paten. India dan Pakistan kini bersama-sama sedang
mempersiapkan gugatan atas paten ini. Kasus sama terjadi juga dengan beras
jasmine dari Thailand.
B. Teknologi Terminator
Departemen Pertanian AS dilaporkan memegang dua hak paten baru atas
teknologi terminator, yaitu tanaman hasil rekayasa genetika yang dibuat
sedemikian rupa sehingga benihnya mandul. Jika dikomersialkan, Terminator
akan menghambat petani menyimpan benih dari hasil panen sehingga memaksa
mereka kembali membeli benih pabrik setiap tahun. Padahal teknologi
terminator ini sudah dikecam di seluruh dunia karena mengancam keamanan
pangan dan keragaman hayati.
Kedua paten ini dikeluarkan tahun 1999 yaitu US Patent No. 5,925,808 dan
US Patent No. 5,977,441. Hak paten dipegang secara bersama oleh USDA dan
perusahaan Delta & Pine, perusahaan benih kapas terbesar di dunia. Paten
serupa pernah diberikan sebelumnya, tetapi ditarik karena protes publik.
Saat ini kejadian ini juga dikecam banyak organisasi masyarakat.
C. Obat-obatan
India sedang mempersiapkan perlawanan menghadapi paten atas obat diabet
yang didasarkan pada tanaman dari India. Kantor Paten AS telah memberikan
paten pada sebuah perusahaan farmasi AS atas obat yang dibuat dari terong
dan pare. Menurut pemerintah India, kedua tanaman tersebut sudah ribuan
tahun digunakan untuk menyembuhkan diabetes di India dan sudah
terdokumentasi dalam banyak teks tentang tanaman obat di India.
Sementara itu, tanaman afrika juga tidak luput dari pematenan. AS kembali
memberikan paten nomor 5,929,124 granted tanggal 27 Juli 1999 kepada dua
ilmuwan Swiss untuk penemuan berupa zat aktif dari akar sebuah pohon
(Swartzia madagascariensis) di Afrika. Zat aktif ini digunakan untuk
mengobati infeksi jamur serta gatal-gatal pada kulit. Penelitian
menunjukkan bahwa bahan kimia dari pohon ini jauh lebih ampuh dari obat
anti jamur yang ada sekarang.
Yang menarik adalah kasus 'perang paten' atas obat genetik antara AS dan
Inggeris. Myrian Genetics, sebuah perusahaan AS telah mempatenkan dua gen
manusia untuk skrining kanker payudara. Padahal sebagian besar penelitian
tentang hal itu paling tidak pada satu gen yaitu BRCA2 dilakukan di
Institut Penelitian Kanker Inggeris. Myriad mengajukan paten beberapa jam
sebelum Institut kanker mengumumkan penemuannya dalam majalah Nature.
Pemberian paten ini akan mengancam pekerjaan 15 laboratorium di Inggeris
yang dibiayai oleh masyarakat/negara dengan biaya 15 kali lebih rendah
dibandingkan di AS.
D. Bagian tubuh Manusia
Pada tahun 1993 Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH)
mengajukan klaim paten atas lebih dari 6000 gen manusia atau fragmen gen
yang berkaitan dengan otak manusia. Tekanan masyarakat ilmiah internasional
membatalkan klaim tersebut, namun preseden sudah diletakkan. Pada tahun
1994 InCyte, sebuah perusahaan bioteknologi di California mengikuti jejak
NIH.dengan mengajukan klaim paten atas 40.000 potongan lebih bahan genetik
yang berkaitan dengan otak manusia, Tak ada yang tahu berapa gen manusia
yang sudah diberi paten oleh Kantor Paten AS, tapi suatu perusahaan
memperkirakan lebih dari 1250 paten bagi sekuens gen manusia sudah
diterbitkan.
Baru-baru ini, seorang peneliti gen, J. Craig Venter telah mengajukan
aplikasi paten atas 6500 urutan gen manusia dan berharap mendapatkan paten
untuk paling sedikit 100 hingga 300 bahan genetik manusia. Perusahaannya,
yaitu Celera Genomics Corp. terlibat dalam pemetaan genom manusia dan
baru-baru ini diumumkan bahwa 97% dari gen manusia sudah berhasil
dipetakan. Pengumuman beberapa hari yang lalu melibatkan tokoh seperti Bill
Clinton dan Blair (walaupun keduanya mengatakan bahwa penggunaan hasil
pemetaan genom tidak boleh untuk komersialisasi paten).
Hasil pemetaan mempunyai potensi membantu pemahaman dan pengobatan bagi
penyakit seperti kanker, AIDS dan alzheimer. Tetapi potensi lebih besar
justru dari komersialisasi terapi gen.
Sementara itu Inggeris menjadi negara pertama di dunia yang memberikan
paten atas embrio manusia tahap awal hasil kloning. Paten diberikan kepada
Geron corporation yang mengatakan bahwa mereka tidak punya minat
menggunakan paten ini untuk menciptakan manusia hasil kloning.
E. Nimba
Kantor Paten Eropa baru-baru ini menarik paten nomor 436257 yang diberikan
kepada AS dan Perusahaan W.R. Grace untuk fungisida yang diambil dari biji
pohon nimba (neem�Azadirachta indica). Hal ini mengakhiri perjuangan lima
tahun oleh petani dan kelompok masyarakat di India maupun dunia yang
mengajukan tuntutan atas pemberian paten tersebut. Alasan tuntutan tersebut
adalah bahwa nimba sudah beribu tahun digunakan oleh rakyat di Asia Selatan
untuk membasmi hama di ladang sehingga sebenarnya W.R. Grace tidak
melakukan inovasi. Bukti tentang hal itu diambil dari naskah kuno dan kitab
suci serta kitab klasik seperti Ayurveda.
F. PATEN SPESIES KAPAS dan KEDELAI
Agracetus, anak perusahaan W.R. Grace, perusahaan kimia terbesar di dunia,
memegang 'hak paten spesies' atas kapas yang direkayasa secara genetik.
Jadi, manipulasi genetik jenis apapun yang dilakukan pihak lain -- tak
peduli dari mana plasma nutfah serta metodenya -- berarti melanggar paten
ini. Saat ini paten tersebut hanya berlaku di AS, tetapi Agracetus dapat
mencegah ekspor kapas yang direkayasa genetik ke AS. 69 Negara berkembang
yang menghasilkan kapas terancam bakal terkena dampak paten ini.
Agracetus juga mendapatkan 'hak paten spesies' atas kedelai yang direkayasa
secara genetik dari Kantor Paten Eropa. Paten ini memberikan hak 'monopoli
spesies' atas semua kedelai yang direkayasa secara genetik selama 17 tahun.
G. PATEN ATAS JASAD RENIK
Merck, perusahaan farmasi terbesar di dunia telah mendapatkan
paten atas jasad renik yang dikoleksi dari paling tidak sembilan negara.
Bahan ini berguna untuk membuat testosterone, bahan anti-jamur,
antibiotika dan berbagai obat lain. Pfizer mengumpulkan jamur dan bakteri
dari 15 negara, dan lebih dari 30 contoh yang dikumpulkan itu berhasil
mendapatkan paten.
H. Lain-lain
AstraZeneca telah mendapatkan enam paten atas jagung dan satu atas gandum
Mars UK mendapatkan dua paten untuk gen rasa dari kakao Afrika Barat.
Dengan gen ini, mereka dapat memproduksi rasa coklat tanpa mengimpor kakao.
Sekitar 600.000 petani kakao di Ghana akan bangkrut, demikian pula di
Indonesia.
Du Pont juga mendapatkan paten atas gen yang dapat memproduksi mentega
kakao tanpa kakaonya.
Perusahaan POD-NERS dari AS mengajukan eksportir kacang meksiko ke
pengadilan dengan tuduhan bahwa para eksportir menjual kacang meksiko
(Phaseolus vulgaris) varietas kuning ke AS sehingga melanggar hak paten
perusahaan tersebut. Padahal Pod-ners pertama kali mengambil benih kacang
tersebut dari Meksiko tahun 1994. Varietas yang asalnya bernama Azufrado
kemudian ditanam ulang oleh Podners dan dipasarkan sebagai kacang Enola.
Sekarang petani meksiko dilarang mengekspor varietas tersebut ke AS.
Perusahaan kosmetik Jepang Shiseido baru-baru ini mendapatkan sembilan hak
paten ats produknya yang berasal dari tanaman dari INDONESIA. Beberapa
tanaman tersebut adalah kayu rapet, sambiloto, kayu legi, lempuyang,
brotowali, beluntas, pulowaras, kemukus,dll yang kesemuanya sudah digunakan
selama ratusan tahun untuk rempah dan obat oleh masyarakat nusantara.
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/