Teman-teman, 

Berikut informasi tentang beberapa kegiatan yang berpotensi mengarah pada
paten atas bahan hayati dan perambahan pengetahuan serta bahan hayati. 

1.       Skrining Convolulaceae untuk mencegah HIV

        Tonen Corp. (perusahaan penyuling minyak Jepang) dan Eisai
(perusahaan obat Jepang) sedang meneliti senyawa yang diambil dari pohon
penghasil obat tradisional dari familia Convolulaceae. Ada kemungkinan
senyawa ini dapat menghentikan proliferasi HIV pada tikus. Pohon ini
digunakan sebagai sumber obat untuk berbagai penyakit di
Indonesia.(informasi didapatkan tahun 1994 dan belum diketahui
kelanjutannya)



2.      Program Koleksi Tanaman oleh NCI

           The National Cancer Institute (NCI) AS mengadakan kerjasama
dengan LIPI untuk mengkoleksi tanaman yang akan diperiksa khasiat obatnya.
Sub-kontraktor program ini adalah Arnold Arboretum dari Universitas
Harvard. Proyek pilot pengumpulan sampel diadakan di Kalimantan Barat.
Semua spesimen bermutu diberikan kepada Herbarium Bogoriensis, sementara
duplikatnya dikirimkan ke para ahli untuk diidentifikasi. Walaupun program
ini dikatakan membawa banyak manfaat bagi pengembangan kemampuan ilmuwan
Indonesia, Lagos-Witte menganalisis beberapa kerugian yang timbul. Kerugian
tersebut adalah insentif dalam negeri untuk mengembangkan industri penemuan
obat sendiri menjadi berkurang; penemuan obat tidak terjadi di Indonesia;
paten obat dan prospek keuntungan langsung tidak berada di Indonesia;
butir-butir kesepakatan untuk mengkompensasikan kerugian di atas bisa
dirundingkan, namun tampaknya belum dilakukan. Yang jelas, NCI dapat
mempatenkan komponen yang diisolasi dari koleksi tanaman pada tahap
manapun, sehingga dapat mengendalikan pengembangan obat secara komersial.
((informasi didapatkan tahun 1994 dan belum diketahui kelanjutannya).

3. Gen masyarakat Nias dan Badui?

Lembaga Eijkman dilaporkan adalah institusi yang terlibat dalam Human Genom
Project untuk pemetaan gen manusia. Ada laporan bahwa salah satu masyarakat
sasaran pengumpulan sampel adalah suku asli di Nias yang diduga mempunyai
ketahanan terhadap serangan malaria. Ada pula informasi tidak resmi bahwa
pengumpulan sampel juga dilakukan di masyarakat Badui, dengan menggunakan
kegiatan pelayanan kesehatan sebagai 'kedok'.  Seperti diketahui pemetaan
gen manusia sudah 97% rampung dan beberapa perusahaan bioteknologi seperti
Celera Genomics sedang mengincar pematenan gen atau DNA manusia. 

4. Biodiversity Inventory project.

        Proyek ini berada di bawah LIPI dengan tujuan melakukan inventarisasi
potensi keragaman hayati serta skrining manfaatnya. SEyogianya informasinya
sudah rampung, tetapi masyarakat sulit mengakses informasinya. Tidak jelas
apakah informasi yang ada akan diberikan kepada siapa (perusahaan mungkin)
dan belum diletakkan di publik domain. Proyek ini didanai oleh Global
Environmental Facility. 






















--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke