Treenug dan semuanya,
Saya sekedar menambahkan status TN Bali Barat yang juga
dilanda krisis penebangan liar, pencurian jalak bali dari tempat
penangkarannya, dan di kawasan taman lautnya di Kep.
Menjangan terus didera kegiatan pembiusan dan pemboman ikan,
selain pembuangan jangkar untuk kegiatan wisata selam..
Masalah lainnya adalah perubahan zonasi yang diduga untuk
mengakomodasi kepentingan pihak swasta (PT Trimbawan dan
Waka Shorea) untuk mendapat konsesi resort di dalam kawasan.
Zonasi yang baru ini juga mengeluarkan desa Sumber Klampok
yang tadinya masuk sebagai enclave di dalam kawasan (dan
seharusnya menjadi tanggungjawab pengelola TN untuk ikut
dipertimbangkan akses2 penduduk lokal ini pada SDAnya), yang
kemudian makin memicu konflik. Ketika masalah ini didiskusikan
dengan pihak park managers, mereka berkelit katanya ada
"paradigma baru" dalam pengelolaan TN. Didorong oleh
argumentasi2 seperti ini, saya jadi tertarik untuk mencari 'cam
mana paradigma baru ini. Apakah hanya persepsi park managers
di TN Bali Barat, atau lebih menyeluruh dalam sistem TN di
Indonesia? Atau kita bisa mendorong paradigma baru yang lebih
baik?
Ancaman lainnya adalah semangat/euphoria Otda yang akan
segera diberlakukan 2 bulan lagi, dan diterjemahkan keliru oleh
aparat pemda, terutama di tingkat II. Semangat yang muncul
adalah bagaimana merebut kembali apa yang dulu daerah tidak
kebagian. Banyak yang berharap kawasan konservasi harusnya
juga menjadi wewenang daerah, supaya bisa 'dioptimalkan' untuk
memenuhi beban PAD (belum lagi untuk membayar sogokan
untuk jadi bupati yang pasarannya konon sampai 1 milyar).
Kalau mau mulai diskusinya , ya ayo aja. Saya tunggu.
nina
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/