Saya mau coba ambil pikiran 'awam'. Bagaimana caranya orang cari uang
kalau semua serba terbuka. Satu2 nya cara yang -baru- saya lihat adalah
buat Linux Support Center. Seperti misalnya Linuxcare.com Mereka sudah ada
kerjasama dengan Dell. Linuxcare sedia Support, Dell yang jualan Hardware.
Gimana dengan Sendmail, Apache, Qmail ? Mereka ngga' ada yang dapat uang
dari karya mereka. Memang money NOT the ONLY thing. Si pembuat software
itu kerja di tempat lain. (VA, RedHat, etc). 

Setahu saya 'Free' itu bukan berarti Free Beer. Tapi Free Speech. Jadi si
pembuat program boleh aja compile program dengan gcc, perl, python, etc.
Dan dia tidak dikenakan biaya apa2. Tapi dia juga berhak untuk jual
program itu. Masalahnya, apakah dia mau kasih source code atau tidak.
Disini jadi masalah karena opini publik bilang Linux harus Freeware, Open
Source, jadi semua program harus Free dan Open. Pendapat itu yang bikin
mereka (para pembuat program) 'takut'. Karena mereka merasa hasil
karya mereka itu gratis (worthless) walaupun sebenarnya tidak.
 
Bagaimana kalau pendekatannya begini, mereka port programnya ke Linux, 
mereka buat pakai C, compile dengan gcc, lalu tetap closed
source. Terus dibandingkan harganya kalau mereka harus pakai semua
itu dengan bayar lisensi. Jadi asumsinya, semua dilakukan secara Legal.
Mungkin sekarang mereka kompail program dengan produk bajakan, itu ilegal.
Buat aplikasi yang program pembantunya bajakan, itu ilegal.
Bikin web dengan menggunakan Photoshop bajakan, itu 'ilegal'. Bagaimana
perbedaan harganya. Bagaimana fleksibilitas, portabilitas.

Contoh lain adalah Oracle. Mereka kasih aplikasi gratis untuk
developer. Karena , tapi kalau bikin product yang dibuat dengan oracle
itu dijual, baru bayar. 
Dengan begitu 'mereka' bisa lebih jelas darimana mereka dapat keuntungan,
dan akhirnya mereka bisa pelan2 tau apa baiknya pakai Open Source. 
Akhirnya kita jadi terbiasa untuk membayar sesuatu yang kita rasa perlu
dibayar, atau membuat sesuatu bersifat GPL untuk brand awarness. 

Secara kasar nya, kita melakukan apa yang M$ perbuat, konon mereka
membiarkan orang Asia (khususnya Indonesia) membajak product mereka, tapi
begitu masuk ke dunia kerja, kita mati kutu karena ternyata harga asli
dari product itu selangit. Dengan GPL, kita bisa lempar Source Code ke
public, lalu setelah orang2 tau gimana kerja kita, baru di charge kalau
mereka mau buat program yang lain. Karena semua itu pasti costumize. Lain
pabrik, lain software. Lain kantor, lain aplikasi. Disana profit masuk. 
Tolong koreksi kalau asumsi saya salah.


Regards,

Arie Zanahar
[EMAIL PROTECTED]




----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke