Made Wiryana wrote:
>
> Memang saat ini setiap saya bicara dengan rekan-rekan dari perguruan
> tinggi untuk mempopulerkan Linux sering mendapat hambatan
>
> - Sebagian besar dari mereka tidak perduli dengan hak cipta dengan alasan
> milik kita banyak dibajak (kejahatan dibalas kejahatan ???)
>
> - Sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa .. komputer itu hanya
> tool dari mereka, sehingga tidak mau repot-repot apa itu software asli
> atau bajakan. yang penting cuma untuk ngetik... ..
>
Hmm...kayak memberantas budaya KKN saja. Mungkin perlu waktu satu
generasi untuk bisa menyadarkan (atau lebih ??)
> Sering saya merasa "nelangsa" karena yang saya ajak bicara ini adalah para
> Doktor atau para calon Doktor, pengajar Universitas (cukup ternama)... nah
> kalau para pengajar seperti ini.. bagaimana bisa menularkan "etika
> menghargai lisensi dan hak cipta" ke anak didiknya...???
>
Kalau sudah terlanjur 'tercetak' gitu ya memang susah.
Mungkin perlu model lain untuk menyampaikan pesan kita.
Saya kebetulan juga bekerja di lingkungan universitas.
Saya memikirkan pendekatan bottom-up, di mana pengenalan
budaya opensource dikemas dalam framework pendidikan di
universitas, guna menumbuhkan etika sekaligus kemampuan
berkreasi dalam bidang pemrograman komputer.
Cita-cita saya adalah (kalau pulang ke Yogya nanti) adalah
membentuk semacam nukleus atau apalah namanya, yang
multifungsi: ajang untuk mencerdaskan mahasiswa, membekali
mereka dengan etika, sekaligus sebagai sarana mencari dana
untuk keperluan universitas (sebentar lagi otonomi universitas
mulai diberlakukan di tempat saya, ini berarti subsidi
pemerintah dipangkas habis-habisan dan kami disuruh cari
uang sendiri).
Masalahnya adalah spt. yg diungkapkan mas Made di atas.
Lingkungan tidak/belum mendukung, dan saya harus bisa
mengatasinya jika nukleus saya ingin tetap survive.
Lingkungan bisa ditaklukkan jika kita punya power yang
cukup. Ini berarti niat, kerja keras, dan konsistensi.
Bagi saya yg menjadi masalah terbesar adalah konsistensi.
Tulang punggung nukleus tadi adalah mahasiswa, dan jika
mereka lulus, harus cari dari awal lagi...
Tapi sekali nukleus ini berkembang di lingkungan universitas,
saya optimis akan tahap selanjutnya.
> Saya hanya berharap.. para rekan-rekan dibidang Hukum dapat membantu
> pemahaman Open Source dan pemasyarakatnnya.. begitu juga LSM, YLKI dsb...
> sayang sekali masih minim kontak dengan mereka...8-(
>
Yang saya tahu, YLKI di Yogya masih sibuk dengan hal-hal spt.
produk yg.
kedaluarsa, janji-janji produsen yg tidak ditepati, dll...
Lukito
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]